Jateng Gandeng USAID Tekan Angka Penganguran

Oleh: Alif Nazzala Rizqi 21 Agustus 2018 | 17:35 WIB
Jateng Gandeng USAID Tekan Angka Penganguran
Dari kiri - Toto Purwanto, Chief of Party USAID RWAP, Esti Triany Listiawati Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Produktivitas Disnakertrans Jateng, Ahmad Azis Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans Jateng usai menggelar pers conference

Bisnis.com, SEMARANG - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jateng bekerjasama dengan U.S Agency for International Development (USAID) akan menggelar Job Fair dan uji keterampilan para pelaku industri yang akan berlangsung Sabtu (25/8).

Hal ini, dimaksudkan untuk meningkatkan keterampilan pelaku industri khususnya menjahit, tekhnisi elektronik dan administrasi. 

Toto Purwanto, Chief of Party USAID RWAP mengatakan, secara nasional angkatan kerja 60% untuk pendidikan hanya sampai SMP saja. Dengan angkatan kerja yang begitu besar mendapatkan anugerah angkatan kerja sangat besar menjadi bonus demografi.

Menurutnya membengkaknya angkatan kerja di usia 15 sampai 60 tahun dan Indonesia akan mencapai bonus demografi pada tahun 2030.

"Kami bersama Disnakertrans Jateng mencoba memanfaatkan bonus demografi dengan banyaknya tenaga kerja. Ini yang coba dimanfaatkan untuk menjaring angkatan kerja sebanyak mungkin," kata Toto Selasa (21/8/2018).

Untuk itu, dia meminta pemerintah dan stakeholder untuk mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan perekonomian. Sehingga tidak ada lagi persaingan adanya tenaga kerja asing yang bekerja di Jateng. 

"Saya berharap dengan kegiatan ini jumlah angkatan kerja semakin bertambah dan dapat mengurangi angka pengangguran. Bukan hanya itu nanti peserta yang mengikuti kegiatan ini dapat memperoleh ilmu lebih mengenai perkembangan industri saat ini," tambahnya. 

Sementara itu, Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans Provinsi Jateng Ahmad Azis mengatakan, jumlah penganguran di Jateng mencapai 800.000 orang dan kebanyakan adalah lulusan SMK.

Tingginya angka pengangguran yang didominasi oleh lulusan SMK disebabkan banyaknya angkatan kerja di Jateng, namun tidak sebanding dengan lapangan pekerjaan yang belum memadai. Hal ini, yang menyebabkan banyak lulusan SMK belum mendapatkan pekerjaan.

"Jumlah penganguran menurut data BPS mencapai 800.000 orang, sehingga kegiatan job fair bisa menjadi angin segar bagi para lulusan yang ingin mendapatkan pekerjaan sesuai dengan bidang yang mereka geluti," katanya.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya