KISAH KREATIF, Kesenangan Akan Bus Hasilkan Pundi Rupiah

Oleh: Ichsan Kholif Rahman 27 Agustus 2018 | 07:33 WIB
KISAH KREATIF, Kesenangan Akan Bus Hasilkan Pundi Rupiah
Dwi Utomo menunjukan hasil karyanya berupa minatur bus berbahan dasar kertas dalam pameran Wonogiri Creative Fest pada Sabtu (25/8) malam./JIBI-Ichsan Kholif Rahman

Bisnis.com, WONOGIRI — Tangan kiri Dwi Utomo memegang penggaris berbahan besi yang diletakkan pada sebuah kertas. Tangan kanannya sibuk memberi tanda pada tiap sisi penggaris itu.

Kedua matanya tampak fokus tak berkedip menyelesaikan pekerjaannya itu. Ia mengenakan kaus berwarna biru dengan gambar sebuah bus. Senada dengan ruangan berukuran tiga kali tiga meter yang di setiap dindingnya terdapat puluhan miniatur bus dengan berbagai jenis.

Pria kelahiran Wonogiri 24 tahun silam telah mencintai dunia bus lebih dari tiga tahun lalu. Berawal dari kebiasaannya melakukan perjalanan ke Ibu Kota ia jatuh cinta melihat bentuk maskulin bus.

Pria yang juga merupakan seorang pengemudi ojek online tersebut iseng-iseng membuat miniatur bus dengan media kertas tiga tahun lalu. Tak menyangka, keisengannya berbuah manis, tetangga dan kerabat meminta dibuatkan miniatur bus yang sesuai dengan bentuk aslinya.

“Sambil menunggu order masuk saya membuat miniatur bus untuk membuat waktu menjadi efisien. Dalam sehari bisa membuat dua buah miniatur bus, kan Wonogiri juga terkenal sebagai penghasil bus bagus, saya sebagai pembuat miniatur bus bagus yang saat ini sepertinya masih satu-satunya di Wonogiri,” ujar warga Desa Bulusulur, Kecamatan Wonogiri tersebut saat ditemui Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI) di Wonogiri pada Sabtu (25/8/2018) malam.

Berbagai kendala ia temui dalam pembuatan miniatur bus. Dengan harapan membuat seperti wujud aslinya ia belajar melalui Youtube dan membaca artikel-artikel. Berbekal tekad yang kuat ia memasarkan hasil karyannya pada sebuah kios kecil di timur simpang empat Pokoh, Kecamatan Wonogiri dengan nama Ash Bus Merchandise.

Ia telah memasarkan hasil karyanya hingga ke Pulau Sumatra. Sebuah miniatur bus dijualnya seharga Rp35.000 hingga Rp40.000 tergantung tingkat kesulitan bus dan ukuran dari bus yang ia buat. Selain dipasarkan secara online ia mengaku sering menggelar lapaknya di Car Free Sunday di Wonogiri.

Para pembeli dari beragam kalangan, dari anak-anak, komunitas pecinta perusahaan bus, hingga supir atau kondektur bus perusahaan bus yang ia buat. Dalam sepekan ia dapat memeroleh omzet Rp200.000.

Ia mengaku, para pemilik perusahaan bus belum mengetahui hasil karyanya. Kini ia bercita-cita untuk membuat bus dengan bahan akrilik.

Sumber : JIBI/Solopos

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya