Mantan Dirut Peruri Rilis Buku Fenomena Pengangkatan & Pemberhentian Direksi BUMN

Oleh: Herdiyan 29 Agustus 2018 | 16:18 WIB
Mantan Dirut Peruri Rilis Buku Fenomena Pengangkatan & Pemberhentian Direksi BUMN
Mantan Direktur Utama Perum Peruri Prasetio sedang memaparkan materi pada peluncuran buku terbarunya berjudul Power, Values, Competence Fenomena Pengangkatan & Pemberhentian Direksidi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), di Ruang Sidang Senat Akademik Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Rabu (29/8/2018)./Bisnis-Herdiyan

Bisnis.com, SEMARANG – Mantan Direktur Utama Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) Prasetio meluncurkan buku terbarunya berjudul “Power, Values, Competence – Fenomena Pengangkatan & Pemberhentian Direksi di Badan Usaha Milik Negara (BUMN)”.

Peluncuran buku ke-4 mantan direksi PT Merpati Nusantara Airlines ((Persero)) dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. itu diselenggarakan di Ruang Sidang Senat Akademik Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Rabu (29/8/2018).

Peluncuran buku itu dipadukan dengan “Presidential Lecture” dengan empat penanggap, yakni  Rektor Undip Yos Johan Utama, Guru Besar Fakultas Hukum Undip yang kini juga menjadi Komisaris PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. R. Widyo Pramono, Dekan Fakultas Hukum Undip Retno Saraswati, dan Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip Suharnomo.

Salah satu poin penting yang diungkap dalam buku Prasetio ini adalah agenda pergantian direksi BUMN yang ada kalanya mendatangkan kejutan-kejutan yang tidak dapat diterima nalar, tetapi lebih didorong oleh faktor-faktor kekuasaan serta like and dislike.

Akibatnya, ada pergantian direksi terjadi di tengah jalan, padahal kinerja direksi yang bersangkutan tidak bermasalah.

Oleh berbagai kalangan, hal ini dipandang sebagai bentuk kesewenang-wenangan pemegang saham sebagai salah satu organ perseroan terbatas (PT).

“Kondisi tersebut yang menjadikan amanat Presiden Joko Widodo utuk menjadikan BUMN sebagai soko guru perekonomian kita menjadi sulit diwujudkan,” ujarnya.

Eksistensi BUMN sebagai soko guru perekonomian harus diwujudkan dengan menjalankan peranannya sebagai penggerak roda perekonomian yang memberikan efek berganda (multiplier effect) kepada lingkungan dan kepada negara.

Bahkan, BUMN juga harus mengukuhkan eksistensinya tidak hanya di pasar dalam negeri, tetapi juga di kancah persaingan global, termasuk dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Prasetio mengungkapkan bahwa harapan dari Presiden RI tersebut tentu tidak mudah diwujudkan jika BUMN kita saat ini masih terbentur oleh banyak hal, termasuk adanya kekuatan dan intervensi yang pada akhirnya ‘mengganggu’ kerja dan kinerja para profesional yang menjadi nakhoda pada BUMN tersebut.

Rektor Undip Yos Johan Utama pada sambutan buku tersebut mengungkapkan bahwa dalam membangun karier, sangat penting untuk memahami power, values, dan competence agar menjadi seorang profesional tangguh.

“Kepada para mahasiswa perlu saya ingatkan, dalam menghadapi kehidupan, tidak semuanya jalan itu datar dan lurus, suatu kali akan menghadapi banyak tikungan terjal dengan kerikil yang tajam. Buku ini adalah salah satu yang dapat menjadi referensi untuk mengetahui dinamika membangun karier di BUMN,” ungkapnya.

Editor: Herdiyan

Berita Terkini Lainnya