Bank Indonesia Bantu Pengembangan Desa Wisata Candirejo Magelang

Oleh: Alif Nazzala Rizqi 29 Agustus 2018 | 20:30 WIB
Bank Indonesia Bantu Pengembangan Desa Wisata Candirejo Magelang
: Deputy Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara saat menyerahkan bantuan kepada Kepala Koperasi Desa Wisata Candirejo Tatak Sariawan

Bisnis.com, MAGELANG- Bank Indonesia melakukan penyerahan program sosial pengembangan kawasan Desa Wisata di Desa Candirejo Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang Jawa Tengah, Rabu (29/8/2018).

Program ini merupakan wujud dukungan BI dalam menjadikan Desa Wisata Candirejo sebagai destinasi wisata unggulan di sekitar Candi Borobudur.

 

Bantuan yang diberikan BI berupa pembangunan mushola, pembangunan tempat wudhu, pembuatan papan petunjuk kawasan, pembangunan MCK komunal, pembangunan 10 set tempat sampah permanen dan sarana transportasi kebersihan lingkungan (1 unit mobil pick up), serta melakukan perbaikan transportasi tradisional wisatawan (25 unit andong).

 

Deputy Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara mengaku, sangat senang dengan adanya aktivitas pariwisata di Desa Candirejo Magelang. Menurutnya, hal itu sesuai dengan keinginan BI untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa tersebut.

 

"Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) terkait beberapa sarana ini supaya aktivitas pariwisata di Desa Candirejo bisa semakin meningkat. Semoga ini bisa membuat Candirejo tambah terkenal, membuat pariwisata tambah maju. Tentu paling penting kesejahteraan dari masyarakat semakin maju," jelas Mirza.

 

Lebih lanjut, Mirza mengaku kagum dengan desa - desa di sekitar Candi Borobudur karena semua desa di sini adalah desa wisata. "Ini suatu yang luar biasa, semoga status ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di lingkungan sekitar Candi Borobudur," ujarnya. 

 

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jateng Hamid Ponco Wibowo merencanakan di Jateng akan ada 3 sampai 4 desa wisata yang akan dibina oleh Bank Indonesia sepanjang 2018. Hal ini sebagai langkah memajukan perekonomian masyarakat desa tersebut.

 

Adapun, kriteria desa yang dibina yakni adalah sektor pariwisata dengan mengedepankan kebersihan. Selain itu, untuk kontribusi sektor pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi masih minim yakni 3,5% meningkat jika dibandingkan dengan tahun lalu. 

 

"Kontribusi sektor pariwisata memang belum besar, namun seiring dengan banyaknya desa wisata dan wisatawan yang berkunjung kontribusi pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi dapat meningkat," katanya.

 

Disisi lain, Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magelang, Iwan Sutiarso mengungkapkan, sangat mengapresiasi bantuan yang diberikan BI. 

 

Iwan menuturkan, Pemerintah Kabupaten Magelang mendukung penuh kepariwisataan lokal dengan pemberlakuan regulasi untuk pembangunan sektor pariwisata demi mendongkrak perekonomian masyarakat.

 

"Kami melihat bantuan BI akan memberikan dampak signifikan bagi pariwisata di Kabupaten Magelang, khususnya di dekat Candi Borobudur," ujarnya. 

 

Ditambahkan, Pemkab Magelang memberikan apresiasi yang tinggi kepada semua pihak-pihak yang telah ikut mengembangkan desa wisata ini.

Bisnis.com, MAGELANG- Bank Indonesia melakukan penyerahan program sosial pengembangan kawasan Desa Wisata di Desa Candirejo Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang Jawa Tengah, Rabu (29/8/2018).

Program ini merupakan wujud dukungan BI dalam menjadikan Desa Wisata Candirejo sebagai destinasi wisata unggulan di sekitar Candi Borobudur.

 

Bantuan yang diberikan BI berupa pembangunan mushola, pembangunan tempat wudhu, pembuatan papan petunjuk kawasan, pembangunan MCK komunal, pembangunan 10 set tempat sampah permanen dan sarana transportasi kebersihan lingkungan (1 unit mobil pick up), serta melakukan perbaikan transportasi tradisional wisatawan (25 unit andong).

 

Deputy Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara mengaku, sangat senang dengan adanya aktivitas pariwisata di Desa Candirejo Magelang. Menurutnya, hal itu sesuai dengan keinginan BI untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa tersebut.

 

"Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) terkait beberapa sarana ini supaya aktivitas pariwisata di Desa Candirejo bisa semakin meningkat. Semoga ini bisa membuat Candirejo tambah terkenal, membuat pariwisata tambah maju. Tentu paling penting kesejahteraan dari masyarakat semakin maju," jelas Mirza.

 

Lebih lanjut, Mirza mengaku kagum dengan desa - desa di sekitar Candi Borobudur karena semua desa di sini adalah desa wisata. "Ini suatu yang luar biasa, semoga status ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di lingkungan sekitar Candi Borobudur," ujarnya. 

 

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jateng Hamid Ponco Wibowo merencanakan di Jateng akan ada 3 sampai 4 desa wisata yang akan dibina oleh Bank Indonesia sepanjang 2018. Hal ini sebagai langkah memajukan perekonomian masyarakat desa tersebut.

 

Adapun, kriteria desa yang dibina yakni adalah sektor pariwisata dengan mengedepankan kebersihan. Selain itu, untuk kontribusi sektor pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi masih minim yakni 3,5% meningkat jika dibandingkan dengan tahun lalu. 

 

"Kontribusi sektor pariwisata memang belum besar, namun seiring dengan banyaknya desa wisata dan wisatawan yang berkunjung kontribusi pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi dapat meningkat," katanya.

 

Disisi lain, Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magelang, Iwan Sutiarso mengungkapkan, sangat mengapresiasi bantuan yang diberikan BI. 

 

Iwan menuturkan, Pemerintah Kabupaten Magelang mendukung penuh kepariwisataan lokal dengan pemberlakuan regulasi untuk pembangunan sektor pariwisata demi mendongkrak perekonomian masyarakat.

 

"Kami melihat bantuan BI akan memberikan dampak signifikan bagi pariwisata di Kabupaten Magelang, khususnya di dekat Candi Borobudur," ujarnya. 

 

Ditambahkan, Pemkab Magelang memberikan apresiasi yang tinggi kepada semua pihak-pihak yang telah ikut mengembangkan desa wisata ini.

-->

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya