KINERJA EMITEN: Semester I, Rugi Bersih Dafam Memburuk

Oleh: Herdiyan 29 Agustus 2018 | 08:34 WIB

Bisnis.com, SEMARANG – Emiten properti PT Dafam Property Indonesia Tbk. (DFAM) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp10,75 miliar sepanjang semester I 2018.

Catatan rugi itu semakin memburuk dibandingkan dengan semester I tahun lalu yang juga mencatatkan rugi sebesar Rp3,66 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis Rabu (29/8/2018), pendapatan bersih perusahaan yang berbasis di Semarang, Jawa Tengah, itu tumbuh 17,03% selama 6 bulan pertama tahun ini menjadi Rp54,79 miliar dari pencapaian periode yang sama tahun lalu sebesar Rp46,81 miliar.

Kerugian yang membengkak tersebut disebabkan oleh meningkatnya pos beban umum dan administrasi dari Rp17,3 miliar pada semester I 2017 menjadi Rp27,7 miliar pada semester I tahun ini.

Meskipun demikian, aset perusahaan yang melakukan pencatatan saham perdana (initial public offering/IPO) pada 27 April 2018 lalu itu tercatat tumbuh hanya 8% menjadi Rp303,39 miliar pada semester I 2018 dari Rp280,91 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Sebelumnya, Direktur Dafam Property Indonesia dan CEO Dafam Hotel Management Andhy Irawan mengatakan bahwa perseroan memandang bisnis perhotelan masih sangat prospektif di Indonesia, meskipun kerap kali diterpa isu kelebihan pasokan.

Perseroan banyak mengincar kota-kota sekunder atau kota-kota di bagian timur Indonesia sebagai lokasi hotel. Dengan strategi yang tepat, menurutnya, perseroan masih mampu mengelola hotel dengan menguntungkan.

Dafam memiliki visi untuk menjadi perusahaan operator hotel dengan jumlah hotel terbanyak di Indonesia. Oleh karena itu, perseroan akan melakukan banyak langkah strategis untuk meningkatkan jumlah portofolio hotel perseroan.

“Targetnya 100 hotel 5 tahun ke depan di bawah Dafam Hotel Management. Kita bisa dengan merger dan akuisisi, tidak harus 100% sahamnya. Dari target 100 hotel itu, kita bisa ambil share minoritas, mayoritas, atau 100%,” katanya usai seremoni pencatatan perdana saham Dafam, Jumat (27/4).

Saat ini, Dafam memiliki 4 merek hotel, yakni Dafam Express untuk segmen bujet, Meotel By Dafam untuk segmen ekonomi, Dafam untuk segmen menengah bintang tiga, Grand Dafam untuk segmen atas bintang 4.

Adapun, pada sisa tahun ini DFAM fokus pada penam­bahan 6 hotel baru. Selain itu, ada beberapa unit lainnya yang saat ini sedang dalam tahap pertemuan akhir untuk mencapai kesepakatan kerja sama.

Perseroan juga berencana mengakuisisi 3 hotel di Jawa Tengah dengan nilai sekitar Rp100 miliar hingga Rp120 miliar. Perseroan ingin menerbitkan medium term notes (MTN) untuk tujuan itu.

Editor: Herdiyan

Berita Terkini Lainnya