Taman Bunga Amarilis Gunung Kidul Siap Bermekaran

Oleh: Herlambang Jati Kusumo 31 Agustus 2018 | 14:35 WIB
Taman Bunga Amarilis Gunung Kidul Siap Bermekaran
Sukadi menunjukkan tanaman Amarilis yang mulai tumbuh di kebunnya di Desa Salam, Kecamatan Patuk, Jumat (31/8)./JIBI-Herlambang Jati Kusumo

Bisnis.com, GUNUNGKIDUL – Sempat dinilai menjadi tumbuhan penganggu atau gulma bunga Amarilis, di tangan warga Desa Salam, Kecamatan Patuk, Gunung Kidul, Sukadi, sejak enam tahun terakhir dikembangkan menjadi bunga yang menarik wisatawan.

Kini jelang masuk musim penghujan beberapa tanaman bunga Amarilis yang ada di kebun depan rumahnya mulai tumbuh.

"Biasanya mulai berbunga setelah tiga minggu hujan pertama. Ini sepertinya sudah mau masuk musim penghujan. Beberapa sudah berbunga, duluan," kata Sukadi (31/8/2018).

Untuk menunggu tumbuh dan berbunga bunga Amarilis di kebunnya. Sukadi melakukan beberapa perbaikan agar akses jalan bagi para pengunjung kebunnya lebih baik.

Ia mengatakan sejak 2015 memang banyak para pengunjung yang tertarik berkunjung ke kebun bunganya yang memiliki luas sekitar 3.050 meter itu. Tahun ini pun 500.000 bibit bunga siap tumbuh menghiasi kebun.

Tahun kemarin taman bunganya saat bermekaran setiap akhir pekan atau tanggal merah dapat dikunjungi 4.000an wisatawan. Untuk biaya masuk sendiri pengunjung hanya membayar Rp5.000.

"Sumbangan Rp5.000 dari yang datang itu untuk kepentingan perbaikan tempat. Kalaupun ada yang ijin tidak bayar, ya saya perbolehkan. Tahun kemarin dalam waktu 12 hari ya bisa sampai Rp42 juta, digunakan untuk pengembangan lagi," ujarnya.

Ia mengatakan tidak pernah menyangka kebun bunganya menjadi daya tarik masyarakat. Ia mengaku tujuan awal membangun kebunnya hanya untuk menyelamatkan Amarilis.

Kini Kebun Budidaya Penyelamatan dan Pengembangan Amarilis miliknya akan dikelilingi bunga Bougenville yang disiapkannya.

Sumber : JIBI/Solopos

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya