Harga Telur dan Bawang Merah Turun, Jateng Deflasi 0,21%

Oleh: Alif Nazzala Rizqi 03 September 2018 | 14:39 WIB
Harga Telur dan Bawang Merah Turun, Jateng Deflasi 0,21%
Pekerja mengambil telur di kandang ayam di Cipedes, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (25/9)./ANTARA-Adeng Bustomi

Bisnis.com, SEMARANG - Turunnya harga telur ayam ras dan bawang merah membawa Jawa Tengah mengalami deflasi 0,21%. Hal ini dirasa wajar karena bawang merah dan telur ayam ras sebelumnya mengalami kenaikan cukup signifikan.

Kepala BPS Provinsi Jateng, Sentot Bangun Widoyono mengatakan, deflasi di Jateng terjadi karena turunnya harga yang ditunjukkan dengan penurunan indeks pada kelompok bahan makanan sebesar 1,31%, selanjutnya kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,44% dan kelompok sandang sebesar 0,12%.

"Penyebab utama deflasi Jawa Tengah Agustus 2018 adalah turunnya harga telur ayam ras, angkutan udara, bawang merah, cabai rawit dan beras," kata Sentot, Senin (3/9/2018).

Sedangkan yang menahan Iaju deflasi, ujar Sentot, adalah kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,38%, diikuti kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,30%, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,15% dan kelompok kesehatan sebesar 0,11%. 

"Yang menahan Iaju deflasi adalah naiknya kue kering berminyak, kayu balokan, biaya sekolah menengah pertama, salak dan upah pembantu rumah tangga," jelasnya.

Dia menerangkan, deflasi terjadi di enam kota Survei Biaya Hidup (SBH) di Jateng. Kota Surakarta mengalami deflasi tertinggi yaitu sebesar 0,58% dengan IHK sebesar 128,22, diikuti lima kota Iain yang juga deflasi yaitu Kota Tegal sebesar 0,22% dengan IHK sebesar 129,96, Kota Purwokerto sebesar 0,17% dengan IHK sebesar 130,41, Kota Cilacap sebesar 0,12% dengan IHK sebesar 136,30. 

"Deflasi terendah terjadi di Kota Kudus dan Kota Semarang masing-masing sebesar 0,11% dengan IHK masing-masing sebesar 139,54 dan 131,45," ujarnya.

Dia melanjutkan, deflasi terjadi di tiga ibu kota provinsi di Pulau Jawa sedangkan tiga ibu kota provinsi Iainnya mengalami inflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Kota Yogyakarta sebesar 0,26% diikuti Kota Semarang sebesar 0,11% dan terendah di Kota Bandung sebesar 0,02%. 

"Inflasi tertinggi terjadi di Kota Surabaya sebesar 0,23% diikuti Kota Serang sebesar 0,07% dan inflasi terendah di DKI Jakarta sebesar 0,03%," pungkasnya. 

Editor: Saeno

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer