Periode Kedua, Ganjar Prioritaskan Pembangunan SDM

Oleh: Alif Nazzala Rizqi 04 September 2018 | 17:48 WIB
Periode Kedua, Ganjar Prioritaskan Pembangunan SDM
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo/Antara-Wibowo Armando

Bisnis.com, SEMARANG - Pembangunan sumber daya manusia menjadi faktor inti dalam penyusunan program kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng terpilih periode 2018-2023, Ganjar Pranowo - Taj Yasin Maemoen.

Meski sedianya pelantikan diajukan dua pekan, hal tersebut tidak memengaruhi ancang-ancang penataan kebijakan.

Terdapat dua garis inti yang digunakan Ganjar Pranowo - Taj Yasin Maemoen dalam penyusunan program kerja, kesehatan dan pendidikan. Ganjar mengatakan penentuan dua sektor tersebut merupakan hasil saringannya setelah menerima pemikiran dari sejumlah pakar.

"Hal ini yang kita coba sampaikan, dan saya mendorong untuk pendidikan yang utama. Jadi, pembangunan SDM. Maka itu, politik anggaran kita naikkan," kata Ganjar pada Selasa (4/9/2018).

Sektor pendidikan, misalnya, bantuan terhadap lembaga-lembaga pendidikan telah disiapkan. karena hal tersebut menjadi salah satu janji politik yang Ganjar dan gus Yasin sampaikan kepada masyarakat.

"Yang menjadi janji politik Insya Allah kita siapkan, kita laksanakan termasuk mereka yang berada di pondok pesantren," kata Ganjar.

Meski siap mengucurkan bantuan, Ganjar menggarisbawahi penambahan anggaran untuk pendidikan tersebut bukan sekadar untuk pembangunan fasilitas. Lebih jauh lagi, Ganjar menghendaki semakin kuatnya pembangunan pribadi masyarakat Jawa Tengah.

"Moral, etik, karakter yang coba kita bangun sebagai anak bangsa. Dengan demikian, kita harapkan orang Jawa Tengah tidak gampang musuhan. Pinternya itu secara emosional, juga secara moral. Ini yang kita dorong di pada 2019," ujarnya.

Telkan kemiskinan

Untuk program kerja prioritas yang lain, Ganjar mengatakan akan terus fokus dalam penurunan angka kemiskinan meskipun dalam kepemimpinannya periode sebelumnya Jateng berhasil menjadi provinsi terbaik dalam penurunan angka kemiskinan se Indonesia.

"Sebenarnya dengan Gus Yasin kita sudah diskusi panjang. Problem Jateng masih kemiskinan, meskipun kemarin alhamdulillah penurunan kita terbaik se-Indonesia, tetap masih kurang meski single digit. Pengembangan ekonomi rakyat masih menjadi prioritas. Ini yang coba kita dorong," tuturnya.

Ganjar Pranowo - Taj Yasin Maemoen bakal dilantik di Istana Negara pada Rabu (5/9/2018) atau 12 hari lebih cepat dari jadwal yang semula ditetapkan yakni 17 September. Meski demikian, Ganjar mengaku tidak mempersoalkan percepatan itu.

"Sebenarnya saya tidak merasa dipercepat, wong saya wes ntek, kalau saya merasa malah mundur dari 23 Agustus. Maka mengikuti ketentuan di mana pilkada serentak ingin diserentakkan masa jabatannya. Kita serahkan kepada Mendagri. Maka rencana tanggal 17 itu setelah mungkin mengalami pertimbangan di Mendagri, maju. Sebenarnya mau tanggal 17, mau hari ini mau besok bobotnya buat saya sama saja. Kalau kita sih siap-siap saja. Se-simple itu saja," kata Ganjar.

Untuk persiapan, Ganjar mengaku sudah siap semua. Karena dia merasa pernah melakukan hal serupa waktu dilantik pada 23 Agustus 2013 saat terpilih kali pertama sebagai Gubernur Jateng berpasangan dengan Heru Sudjatmoko.

"Saya kan mengulangi, pernah dilakukan itu. Secara administratif temen-temen Pemprov, Kemendagri Istana sudah memberikan rundown-nya. Sudah siap. Mungkin lebih pada kemarin menyiapkan, begitu-begitu," jelasnya.

Namun menjelang pelantikan kali ini ada yang sedikit berbeda bagi Ganjar, yaitu soal seragam. Ganjar mengaku harus pergi ke penjahit lagi untuk membuat seragam yang baru. Sambil berseloroh dia mengaku sekarang semakin kurus.

Editor: M. Syahran W. Lubis

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer