DPR Dorong IKM Kota Semarang Manfaatkan E-commerce

Oleh: Alif Nazzala Rizqi 07 September 2018 | 16:56 WIB

Bisnis.com, SEMARANG - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI meminta Industri Kecil Menengah (IKM) di Kota Semarang bisa memanfaatkan e-commerce untuk memasarkan produknya agar kian dikenal dan lebih maju. 

Anggota Komisi V DPR RI Juliarti P Batubara mengatakan, potensi industri kecil di Kota Semarang yang baik harus bisa dikuasai para pelaku usaha lokal Semarang agar bisa menjadi tuan rumah di kotanya sendiri. Selain itu, menurutnya dengan mudahnya memasarkan produk di e-commerce harus pula dimanfaatkan agar produk-produk dari IKM bisa dikenal dan lebih maju.

 

"Sekarang buat toko kan butuh biaya besar, iya kalau orang datang dan kita kan enggak bisa paksa (datang ke toko). Sekarang melalui handphone sudah bisa beli ini (barang yang diinginkan) engga perlu datang dan (kesempatan) ini harus dimanfaatkan," ujar Juliari, di sela-sela acara  penyerahan fasilitas bantuan mesin dan peralatan dari Kementerian Perindustrian RI kepada IKM di Kota Semarang di Kantor Kecamatan Semarang Barat, Semarang, Jumat (7/9/2018).

 

Dia menambahkan, seorang pengusaha bisa sukses atau sebaliknya dikembalikan pada pelaku usaha itu sendiri. Apakah ia bisa mempertahankan kualitas dan bisa memasarkan produknya dengan baik. Namun, lanjutnya peran pemerintah juga sangat perlu oleh karena itu ia meminta Dinas Perindustrian Kota Semarang bisa membantu pemasarannya.

 

"Sukses tidaknya tergantung pelaku usaha, kalau dia bisa mempertahan kualitas dan bisa memperluas pemasarannya bisa sukses," jelasnya. 

 

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Kota Semarang, Nurjanah menambahkan, perkembangan IKM di Kota Semarang terus mengalami peningkatan, bahkan saat ini jumlahnya telah mencapai 3.770 IKM. 

 

Nurjanah menjelaskan, IKM di Kota Semarang masih memiliki berberapa kendala mulai dari modal hingga pemasaran produk. Melihat hal itu, lanjutnya Dinas Perindustrian Kota Semarang telah menyiapkan beberapa langkah agar IKM di Semarang bisa lebih produktif dan maju.

 

"Semakin hari semakin maju, IKM sekarang ada 3.770. Kendalanya masih di permodalan, dan pemasaran. Namun sekarang untuk permodalan sudah ada kebijakan tentang kredit wibawa dengan bunga ringan. Sedangkan untuk pemasaran kami bekerjasama dengan e-commerce yang ada dan juga Kementerian Perindustrian dan Pemerintah Provinsi sudah membantu pemasarannya," katanya.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya