Neno & Dhani Absen Jalan Sehat di Solo, Orasi Politik Tetap

Oleh: Muhammad Ismail 10 September 2018 | 01:17 WIB
Neno & Dhani Absen Jalan Sehat di Solo, Orasi Politik Tetap
Jalan sehat sarat muatan politik di Solo awal Juli 2018./JIBI

Bisnis.com, SURAKARTA – Neno Warisman dan Ahmad Dhani batal menghadiri acara Jalan Sehat Umat Islam dan Masyarakat Solo di Gladak Jl. Slamet Riyadi, Pasar Kliwon, Minggu (9/9).

Jalan sehat tersebut dalam rangka memperinghati Hari Olahraga Nasional (Haornas) yang digelar Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS).

Pantuan Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), jalan sehat diikuti ribuan peserta dari berbagai elemen masyarakat, takmir masjid, ormas Islam Soloraya mulai memadati kawasan Gladak pukul 05.00 WIB.

Sementara jalan sehat dimulai pukul 06.45 WIB dengan mengambil rute start di Gladag-Bank Indonesia- Mangkunegaran -Keprabon-finish Gladag ini mendapatkan pengawalan ketat anggota Polresta Solo.

Polisi tampak ikut masuk ke dalam peserta jalan sehat sepanjang jalan yang dilewati peserta. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari adanya penghalauan dari pihak tertentu. Peserta jalan sehat tidak ada yang memakai kaus #2019GantiPresiden, #2019 PrabowoPresiden atau atribun lainnya berbau politik.

Sebanyak 11 pembicara direncanakan hadir mengisi tausiah dan orasi di acara ini. Pembicara tersebut yakni Taufik, Fuad Abu Jibril, Syamsul Balda, Musthofa B Nahrawardaya, Amien Rais, Modrik Sangidoe,Gus Nur, Ahmad Dani, Neno Warisman, Zaenal Arifin Adnan, dan Muinudinillah. Namun, tiga pembicara batal hadir diacara tersebut yakni Dhani, Neno, dan Amien Rais.

Dari sejumlah orasi dari pembicara tausiah masih ditemukan berbau politik. Hal tersebut dapat dilihat dari isi orasi Ketua Yayasan Mega Bintang Solo, Modrik Sangidoe.

“Kita ini sekarang sedang terzalimi oleh rezim berkuasa. Rasa ketidak adilan sudah merambah kemana-mana. Mari kita semua dukung Prabowo menjadi presiden,” ujar Modrik dalam orasi di hadapan ribuan peserta jalan sehat.

Anggota Polresta Solo yang mengawasi kegiatan tersebut sempat memperingatkan panitia agar tidak berbicara politik dalam orasi menggunakan pengeras suara. Namun, tidak direspons panitia dan orasi tetap dilanjutkan. Kegiatan tersebut selesai pukul 09.45 WIB dan arus lalin di seputar Gladak kembali lancar.

"Sampai sejauh ini pelaksanan jalan sehat di Gladak berjalan lancar. Tidak ditemukan peserta yang membawa antribut berbau politik. Kami mengawal peserta jalan sehat dari awal sampai akhir," ujar Kapolresta Solo, Kombes Pol. Ribut Hari Wibowo, Minggu.

Ribut mengungkapkan apapun yang berbau politik tidak boleh karena itu sudah disepakati bersama dari panitia dan polisi sebelum acara digelar. Ia mengimbau agar peserta ikut menjaga kelancaran lalu lintas dan kembali ke rumah dengan selamat.

Humas jalan sehat Endro Sudarsono, mengungkapkan ribuan peserta dari Soloraya hadir dalam kegiatan ini. Ada ratusan hadiah disediakan panitia dengan hadiah utama berupa tiga paket umrah.

“Dhani dan Neno tidak bisa hadir dalam acara ini karena ada kegiatan lain yang lebih penting dan waktunya bersamaan. Kami sudah menerima pemberitahuan itu langsung disampaikan ke peserta,” kata dia.

Endro mejelaskan Dhani tidak bisa hadir karena sedang persiapan memenuhi panggilan Polda Jateng terkait kasus dugaan ujaran tidak menyenangkan. Sementara Neno menghadiri kegiatan lain.

Ditanya mengenai adanya salah satu pembicara mengajak mendukung salah satu pasangan capres dan cawapres, Endro menegaskan panitia sudah membuat aturan yakni tidak boleh membawa atribut bertuliskan #2019 ganti presiden, atau #2019duaperiode dan melarang berkampanye dengan menyebut salah satu capres dan cawapres.

Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Solo, Divisi Sengketa, Arif Nuryanto, Bawaslu ikut memantau acara jalan sehat di Gladak. Semua isi orasi sudah direkam untuk dipelajari apakah masuk unsur kampanye atau tidak.

“Kami akan menggelar rapat pleno untuk menyikapi isi orasi dari pembicara dalam giat jalan sehat ini,” kata Arif kepada JIBI.

Sumber : JIBI/Solopos

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya