Legislator: Karya UMKM Bagus, Tapi Perlu Urus HAKI

Oleh: Alif Nazzala Rizqi 14 September 2018 | 17:04 WIB
Legislator: Karya UMKM Bagus, Tapi Perlu Urus HAKI
Anggota Komisi VI DPR RI Juliari P Batubara saat melakukan kunjungan di Kampung Hasta Karya,Kelurahan Pedalangan, Banyumanik, Semarang.

Bisnis.com, SEMARANG – Anggota Komisi VI DPR RI Juliari P Batubara mendorong para Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Semarang mendaftarkan karya ciptanya ke Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

Juliari mengemukakan, kesadaran pelaku UMKM agar mendaftarkan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) memang masih minim. Padahal menurutnya, HAKI sangat penting untuk melindungi hasil karya yang diciptakan supaya tidak diakui orang lain atau dipermasalahkan dikemudian hari.

"Daftar HAKI itu harus, supaya apabila maju, nanti tidak ternyata merek tersebut sudah dimiliki orang lain. Ganti merek kan luar biasa berpengaruh," kata Juliari, di sela-sela kunjungan kerja di Kampung Hasta Karya, di Kelurahan Pedalangan, Banyumanik, Semarang, Jumat (14/9/2018).

Juliari menjelaskan, proses mendapatkan sertifikat hak paten memang agak lama sekitar dua tahun, karena Kemenkum harus melakukan tinjauan terlebih dahulu apakah ada sanggahan dari pihak lain.

"Tetap harus daftar (karya ciptanya) supaya ada badan hukum. Memang proses agak lama, sertifikat normal dua tahun karena di Kemenkum harus menunggu ada sanggahan," ucapnya.

Sementara dalam kunjungan kerja tersebut, Juliari mengapresiasi produk-produk kriya yang diciptakan para ibu-ibu rumah tangga. Produk industri rumahan tersebut, menurutnya sangat bagus sehingga harus didukung dan dikembangkan.

Dia juga mengapresiasi karena para ibu-ibu rumah tangga tersebut telah ikut berperan aktif di dalam pembangunan ekonomi, disamping tugas sesui kodratnya.

"Industri Kecil Menengah (IKM) di perumahan sangat bagus, terutama yang digeluti kaum ibu-ibu, kaum perempuan. Dan apa yang dikembangkan ibu-ibu ini sangat bagus," ujarnya.

Juliari melanjutkan, dalam kunjungan itu ia juga menemui beberapa kendala yang masih dirasakan oleh para ibu, terutama terkait peralatan.

"Ada beberapa masalah seperti peralatan, namun dari Kementerian Perindustrian sudah banyak bantuan peralatanm Dan dari Kementerian Koperasi dan UKM sudah ada pelatihan yang cukup untuk mendukung IKM ini," jelasnya.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya