Konsumsi Listrik Industri Menengah Surakarta Naik 4%

Oleh: Newswire 19 September 2018 | 16:28 WIB

Bisnis.com, SOLO – Volume konsumsi listrik industri menengah di area Surakarta mengalami kenaikan sekitar 4 persen/tahun seiring dengan menggeliatnya aktivitas pada sektor tersebut.

"Industri menengah ini merupakan golongan pelanggan tegangan menengah 200 kilo volt ampere (KVA)," kata Manajer Area PT PLN (Persero) Surakarta Mundhakir di Solo, Rabu (19/9/2018).

Ia mengatakan selain industri menengah, sektor usaha lain yang juga masuk ke dalam kelompok tersebut yaitu mal atau pusat perbelanjaan.

Menurut dia, kenaikan tersebut didukung oleh iklim usaha yang bergerak positif di wilayah Soloraya. Ia mengatakan kenaikan tersebut mencakup kelompok industri besar di atas 200 KVA.

Berdasarkan data, dikatakannya, sepanjang bulan Agustus 2018 dari total penjualan listrik sebesar 221,657,700 kilo watt (KWh), 65-70 persennya didominasi dari tegangan menengah tersebut.

"Sedangkan sisanya adalah penjualan listrik yang mencakup pelanggan rumah tangga," katanya.

Adapun, untuk penjualan listrik secara total selama kurun waktu Januari-Agustus 2018 di Area Surakarta yang membawahi 11 rayon sudah mencapai 1,742,514,181 KWh.

Sementara itu, dikatakannya, untuk daya yang tersambung pada sektor tegangan menengah pada Agustus 2018 sebesar 722.116 KVA.

"Angka ini cenderung mengalami kenaikan jika dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Sebagai gambaran jika dibandingkan dengan bulan Juli untuk daya tersambung sebesar 716.698 KVA," katanya.

Meski demikian, pihaknya berupaya terus meningkatkan angka konsumsi di sektor tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menjalin nota kesepahaman dengan pemerintah daerah di bawah PLN Area Surakarta untuk ikut berperan dalam percepatan industri di masing-masing daerah.

Sumber : Antara

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya