Jateng Pacu Produksi & Kampanyekan Kedelai Lokal

Oleh: Alif Nazzala Rizqi 25 September 2018 | 14:53 WIB
Jateng Pacu Produksi & Kampanyekan Kedelai Lokal
Pekerja merontokkan kedelai.

Bisnis.com, SEMARANG - Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jateng terus memacu penanaman kedelai untuk menekan impor. Pasalnya, saat ini industri pengolahan kedelai menjadi tempe dan tahu masih mengandalkan kedelai impor.

Kepala Balai Mutu Hasil Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng, Heru Tamtomo, menjelaskan hasil kedelai dari petani lokal tidak kalah dengan kedelai impor. Untuk itu dia mengimbau, kepada para pembuat tahu dan tempe untuk menggunakan kedelai lokal.

"Penanaman kedelai sedang kami pacu di beberapa daerah. Diharapkan dengan stok kedelai yang melimpah angka impor kedelai dapat ditekan serendah mungkin sehingga turut serta mensejahterakan petani kedelai," kata Heru kepada Bisnis, Selasa (25/9/2018).

Dikatakan Heru, beberapa daerah penghasil kedelai yakni ada di Kabupaten Grobogan, Blora, Pati, Wonogiri, Banyumas, Cilacap dan Purworejo. Dia menjelaskan, dengan banyaknya daerah yang menanam kedelai maka produksi kedelai akan semakin banyak.

Di sisi lain, pemerintah kini sedang berkonsentrasi mempromosikan penggunaan kedelai lokal untuk bahan baku tahu dan tempe. Sebab, secara kualitas kedelai lokal pasti lebih segar, yang paling penting bukan rekayasa genetika sehingga lebih aman untuk dikonsumsi.

"Kami sedang menggemborkan kepada tiap perajin tahu dan tempe untuk menggunakan kedelai lokal. Banyak sekali keunggulan kedelai lokal karena lebih alami bukan rekayasa genetik," ujarnya.

Kendati demikian, ketika ditanya mengenai jumlah produksi kedelai Heru menuturkan, belum mengetahui secara pasti. Sebab, masih dalam proses penghitungan, sehingga jumlah produksi belum diketahui.

"Untuk data produksi kami belum mengetahui secara pasti. Namun yang jelas pemerintah akan terus melakukan berbagai upaya untuk konsumsi kedelai lokal agar semakin meningkat," katanya.

Bisnis Indonesia menelusuri data produksi kedelai Jawa Tengah melalui situs Badan Pusat Statistik dan Dinas Pertanian dan Perkebunan. Data menunjukkan luasan panen kedelai di Jawa Tengah terus menurun.

Panen kedelai Jateng pada 2014 dilakukan pada 72.235 ha lahan dengan produktivitas 17,37 kuintal per hektare. Selanjutnya pada 2015 panen kedelai dilakukan pada 70.629 hektare dengan produktivitas 18,38 kuintal per hektare.

Adapun pada 2017 luas panen kedelai meliputi 60.132 hektare dengan produktivitas 17,55 kuintal per hektare. Dari luasan panen tahun lalu tersebut, Grobongan memiliki luas panen 26.489 hektare dengan produktivitas 20,37 kuintal per hektare.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer