Ratusan Karyawan Peternakan Ayam WMU Dirumahkan

Oleh: Jalu Rahman Dewantara 26 September 2018 | 08:02 WIB
Ratusan Karyawan Peternakan Ayam WMU Dirumahkan
Kawasan peternakan WMU.

Bisnis.com, GUNUNG KIDUL – Akibat tidak beroperasi untuk sementara waktu, ratusan karyawan PT. Widodo Makmur Unggas (WMU) di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu dirumahkan.

Kepala Unit Peternakan PT.WMU, Iwan mengatakan perusahaannya sejak Minggu kemarin telah mengurangi aktivitas produksi maupun pembangunan. Sehingga untuk saat ini sudah tidak ada lagi aktivitas para karyawan. Dengan kata lain mereka telah dirumahkan untuk sementara waktu.

Dikatakan Iwan, ada sekitar 100 pekerja lokal Desa Pacarejo dan sekitatnya yang kehilangan pekerjaan. "Saya tidak tahu nanti bakal seperti apa,” ucapnya melalui sambungan telepon, pada Selasa (24/9/2018) malam

Adapun keputusan untuk menghentikan aktivitas ini menyusul ancaman dari Pemkab Gunungkidul untuk menutup paksa jika nekat beraktifitas sebelum semua izin dilengkapi

Sementara itu Kepala Desa Pacarejo Suhadi menyayangkan pemberhentian sementara PT.WMU yang berakibat pada dirumahkannya ratusan karyawan.

Suhadi mengatakan baik masyarakat dan pemdes mendukung adanya PT.WMU ini karena efek positif yang dirasakan. Efek tersebut yakni kebijakan tiap CSR diserahkan kepada masyarakat Desa Pacarejo. Lalu 90 persen tenaga kerja dari warga setempat serta adanya pemeliharaan dan perbaikan infrastruktur. "

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Gunungkidul, Drajat Ruswandono mengatakan pada Selasa (18/9) kemarin pihaknya memanggil PT WMU. Pertemuan menyepakati pembangunan peternakan ayam dihentikan sementara.

PT WMU lanjutnya juga akan membongkar bangunan seperti sumur yang selama ini menjadi sorotan akan dijadikan pembuangan limbah. "Kami akan melakukan pemantauan di lokasi jangan sampai melanggar kesepakatan,"ujarnya

Diungkapkan Drajat, PT.WMU akan segera mengurus dokumen Amdal yang saat ini sedang dilakukan penelitian. PT.WMU lanjutnya juga berjanji untuk memperbaiki dokumen Amdal dan mengurus perizinan secara paralel.

Sumber : JIBI/Harian Jogja

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya