DIY Akselerasi Pengembangan Tujuh Kawasan Wisata

Oleh: Sunartono 26 September 2018 | 18:13 WIB
DIY Akselerasi Pengembangan Tujuh Kawasan Wisata
Penari Kuda Kepang menghibur warga dalam pentas Gelar Budaya di Tembi Rumah Budaya, Bantul./JIBI-Desi Suryanto

Bisnis.com, YOGYAKARTA – Pemda DIY bertekad mengembangkan tujuh kawasan wisata yang termuat dalam roadmap kebijakan strategis akselerasi pembangunan dan pengembangan kepariwisataan DIY tahun 2019-2020.

Konsep menginap atau live in akan lebih digenjot promosinya untuk meningkatkan perputaran uang di kawasan wisata, mengingat wisatawan yang hanya sekedar selfie kemudian pulang tidak menghasilkan perputaran ekonomi yang maksimal.

Perencaan ini dibahas dalam rapat koordinasi antar kabupaten/kota dan pelaku wisata di Kompleks Kepatihan, Rabu (26/9/2018).

Ketua Tim Penyiapan Kebijakan Perekonomian dan SDA Setda DIY Doni Dwi Yogya Handoko menjelaskan ada tujuh kawasan wisata di DIY yang akan menjadi prioritas pengembangan. Perencanaan itu termuat dalam roadmap kebijakan strategis akselerasi pembangunan dan pengembangan kepariwisataan DIY tahun 2019 – 2025.

Tujuh kawasan itu antara lain, Kraton – Malioboro, Prambanan – Ratu Boko, Lereng Merapi, Karst Gunungsewu, Parangtritis – Depok – Kuwaru, Pegunungan Menoreh dan Kawasan Kasongan – Tembi – Wukirsari.

Adapun strategi pengembangan antara lain dengan advertising, branding, event mempertimbangkan kebutuhan dan segmentasi pasar, selain itu mengedepankan konten lokal dalam setiap promosi.

Ia mengatakan bidang aksesibilitas dan infrastruktur pendukung tujuh kawasan itu akan terus dikembangkan setiap tahun. Di kawasan Prambanan – Boko misalnya, target 2019-2020 mampu mewujudkan layanan moda transportasi antarcandi seperti becak kayuh, kereta khusus atau andong.

“Kemudian pada 2020 – 2022 bidang aksesibitas di kawasan candi ini bisa terpasang spot wifi serta terintegrasi angkutan wisata kawasan candid an penambahan rute shuttle transport,” ungkapnya, Rabu (26/9/2018).

Pada 2019 DIY akan menargetkan pengunjung wisatawan mancanegara sebanyak 800.000 orang. Adapun tujuh destinasi yang akan dikembangkan itu akan menyasar lima pasar internasional, antara lain Belanda, Jepang, Perancis, Jerman dan Asean.

“Suroloyo [Kawasan Menoreh] ini juga akan dikembangkan, karena wisatawan Eropa banyak yang berminat jenis wisata tracking. Pemberdayaan masyarakat kesenian di puncak Suroloyo akan dikembangkan karena saat ini masih kurang,” katanya.

Sumber : JIBI/Harian Jogja

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya