Danu Berbagi Tips Bangun 800 Outlet Cendol

Oleh: Akhmad Ludiyanto 26 September 2018 | 09:34 WIB
Danu Berbagi Tips Bangun 800 Outlet Cendol
Syaputra Kamandanu Sofwan.

Bisnis.com, BOYOLALI – Dalam berbagai seminar kewirausahaan, pemberi materi sering menyampaikan bahwa pemasaran memegang penting dalam sebuah usaha. Banyak produk bagus namun lemah dalam pemasarannya sehingga usaha itu tidak berkembang.

Prinsip ini juga dijalani Syaputra Kamandanu Sofwan, seorang pengusaha sukses minuman tradisional cendol yang kini memiliki 800 outlet di seluruh Indonesia.

“Saya ingin berbagi pengetahuan kepada pelaku UMK [usaha kecil menengah] tentang pentingnya pemasaran. Banyak sekali pengusaha ini unggul di produk dan produksi, tapi lemah di pemasaran,” ujarnya saat berbincang dengan Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI) di sela-sela acara talkshow dalam rangkaian Gebyar UKM Boyolali 2018 di Pendopo Ageng Alun-Alun Kidul, Boyolali, Selasa (25/9/2018).

Untuk menjalankan pemasaran ini sekarang pelaku UKM maupun UMKM (usaha mikro kecil menangah] sebenarnya bisa memanfaatkan sosial media dan berbagai platform e-commerce seperti Tokopedia dan Bukalapak. Sayangnya, pemuda yang lebih dikenal dengan nama Danu Sofwan ini menilai masih banyak pengusaha yang belum maksimal memanfaatkannya.

Selain itu, pengusaha berusia 31 tahun ini juga mendorong agar pelaku UKM dan UMKM membuat produknya berdaya saing tinggi yang salah satunya dilakukan dengan mengubah pengemasan yang menarik.

“Bagaimana agar produk berdaya saing tinggi? Bisa dilakukan dengan membuat packaging yang bagus yang akan membuat produk menarik dan punya nilai tambah yang unggul. Selain itu produk juga harus punya diferensiiasi [perbedaan] yang kuat dibandingkan produk lain,” kata pemilik brand Randol (Radja Cendol) ini.

Sebuah usaha juga harus dijalani dengan giat, serta dibarengi dengan memperluas jaringan, misalnya jaringan dengan Pemkab yang punya dukungan terhadap UKM-UMKM, serta semua pihak membantunya berkembang.

Sementara itu, Danu juga menambahkan bahwa produk yang layak adalah yang punya keunikan dan ciri khas serta tampilan yang menarik. Apalagi saat ini gairah usaha sedang sangat tinggi sehingga butuh sesuatu yang segar/beda.

“Dunia usaha lagi hot banget, banyak yang muncul sehingga kita harus punya unique selling position [USP] atau keunikan, baik dari sisi produk maupun cara penjualannya,” imbuh dia.

Di pengujung perbincangan, Danu menyampaikan kata kunci usaha suksesnya. “Memulai usaha perlu aksi, menjalankanya perlu berani, tapi untuk menjaga kelangsungannya agar lebih besar dan berkembang perlu kunci. Kuncinya itu ilmu, amal, dan belajar,” pungkas pengusaha yang berencana mengembangkan usahanya ke negara-negara Asia tahun depan ini.

Sementara itu, talkshow juga menghadirkan pakar wirausaha Hermawan Kartajaya, Dimas Soerojo, serta sambutan Bupati Boyolali Seno Samodro.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya