Kain Cupu Kyai Panjala Dibuka, 42 Tanda Terlihat

Oleh: Jalu Rahman Dewantara 02 Oktober 2018 | 09:15 WIB
Kain Cupu Kyai Panjala Dibuka, 42 Tanda Terlihat
Prosesi pembukaan Cupu Kyai Panjala di Dusun Mendak, Desa Girisekar, Kecamatan Panggang, Gunungkidul pada Selasa (2/10/2018).

Bisnis.com, GUNUNG KIDUL – Sebanyak 42 tanda berupa gambar, huruf serta angka muncul dalam ritual pembukaan Cupu Kyai Panjala di Dusun Mendak, Desa Girisekar, Kecamatan Panggang, Gunungkidul pada Selasa (2/10/2018).

Pembukaan cupu sendiri berlangsung pukul 01.36 WIB dan berakhir sekitar pukul 02.30 WIB. Dalam prosesi ini dilakukan juru kunci dan disaksikan langsung oleh ribuan masyarakat dari dalam dan luar Gunungkidul. Adapun beberapa tanda yang muncul meliputi lele, bajing, kepala garuda, angka satu dan lain-lain.

Juru kunci yang sekaligus ahli waris Cupu Kyai Panjala, Dwijo Sumarto mengatakan setiap tanda yang muncul memiliki arti tersendiri. Meski demikian dia tak bisa mengartikan secara jelas mengenai pertanda tersebut.

Menurutnya hal itu tergantung dengan tafsiran masing-masing orang. Pihaknya sebagai ahli waris hanya bertugas menyampaikan gambaran yang ada.

"Setiap orang punya penafsiran masing-masing, saya tidak bisa secara pasti menjelaskan, seperti pertanda lele tadi, bisa jadi nanti peternak lele akan mengalami keberuntungan, bisa juga hanya kiasan," ucap Dwijo usai prosesi pembukaan cupu, Selasa.

Dijelaskan Dwijo untuk prosesi tahun ini menurutnya sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Perbedaan itu yakni pengembalian kain mori yang difungsikan sebagai penutup cupu tidak rapi.

Walhasil dalam pembukaan terakhir posisi salah satu cupu yaitu Semar Tinandhu doyong ke utara dan melampaui batas permukaan dari tutup cupu.

Meski demikian hal itu menurutnya suatu yang lumrah. Sejumlah kemungkinan seperti salah peletakan posisi cupu saat penyimpanan dimungkinkan menjadi penyebabnya.

Ritual pembukaan ramalan Cupu Kyai Panjala Sendiri merupakan tradisi lokal yang telah dilangsungkan bertahun-tahun. Tradisi ini biasa digunakan untuk meramal kejadian setahun ke depan. Adapun lokasi prosesi ritual ini dilaksanakan di rumah milik Dwijo Sumarto, seorang penerus generasi ke tiga Kyai Panjala.

Kepala Desa Girisekar, Sutarpan mengatakan prosesi pembukaan cupu dilangsungkan lewat tengah malam. Namun sebelum itu, dilakukan tradisi membagikan seluruh makanan kepada para pengunjung. "Nanti pembukaan cupu tergantung proses memasaknya selesai jam berapa, biasanya tengah malam," ucapnya.

Dijelaskan Sutarpan, untuk tahap pertama makanan yang disajikan yakni nasi uduk dengan lauk ayam, dan rawisan. kemudian beberapa menit sebelum pembukaan dilanjutkan dengan kenduri kedua.

Namun ada yang berbeda. Pengunjung diwajibkan memakan setiap piring nasi gurih dengan lauk peyek, srondeng hingga adrem, tapi harus dimakan sepiring berdua. Siapa yang ada didekatnya, itulah teman makannya.

"Tahun ini ada 45 ingkung yang berasal dari masyarakat yang tahun lalu memiliki keinginan tercapai,"ucapnya

Dikatakan Sutarpan, untuk ritual tahun ini pengunjung yang datang bisa dipastikan lebih banyak dibanding tahun lalu. Sebab, selain cuaca yang mendukung, karena tidak hujan seperti tahun lalu, saat ini juga sedang memasuki tahun-tahun politik. Maka tidak heran jika para pengunjung yang datang ini selain warga biasa di antaranya juga para calon legislatif.

Hasil Cupu Panjola

1. Sisih lor ono gambar lele (sisi utara ada gambar lele)
2. Sisih kulon gambar orang utan (sisi barat ada gambar orang utan)
3. Sisih wetan gambar asu (sisi timur ada gambar anjing)
4. Sisih lor ono gambar bajing (sisi utara ada gambar bajing)
5. Kidul wetan ono gambar ayam geger wutuh. Lanang wedok ra ketoro (selatan timur ada gambar ayam tak jelas alat kelaminnya)
6. Sisih wetan ono gambar kliko kayu (sisi timur ada gambar kulit kayu)
7. Sisih lor ono gambar wadon. Sik lanang madep ngalor sik wedok madep ngetan. (sisi utara ada gambar perempuan, yang laki laki menghadap ke utara, perempuan menghadap timur)
8. Singet/kemul seko bukaaan awal tekan saiki garing (selimut dari kain mori dari bukaan awal sampai sekarang kering)
9. Sisih wetan ono gembar wong rokok tangan kanan bawa rokok (sebelah timur ada gambar orang merokok. tangan kanan memegang rokok)
10. Piyayi putri marep ngetan nganggo rok sikile loro ono tengah. Roke ora kepidak (piyayi putri menghadap ke timur pakai rok kakinya dua di tengah. roknya tidak keinjak)
11. Sisih kidul kulon gambar ono huruf G (sebelah selatan barat gambar huruf G)
12. Sisih lor kulon kemule trotol trotol neng sisih wetan resik (sebelah utara barat selimutnya bintik bintik tapi sebelah timur bersih)
13. Sisih kulon ono gambar sirah garudo (sebelah barat ada gambar kepala garuda)
14. Sisih wetan kemule trotol (sebelah timur selimutnya berbintik)
15. Kemule rodo nglemek setitik (selimutnya sedikit lembab)
16. Sisih pojok kidul kulon ono gambar tikus (sebelah pojok selatan barat ada gambar tikus)
17. Sisih wetan ono gambar nomor 10 tulisane getih (sebelah timur ada gambar nomor 10 berwarna darah)
18. Sisih kulon ono tulisan angka 01 (sebelah barat ada tulisan angka 01)
19. Lor kulon ono gambar angka 4 kualik (utara barat ada gambar angka 4 terbalik)
20. Sisih lor ono gambar sirah landak (sebelah utara ada gambar kepala landak)
21. Sisih wetan ono gambar pitik cilik (sebelah timur ada gambar anak ayam)
22. Sisih kulon ono gambar wedus (sebelah barat ada gambar kambing)
23. Lor wetan pojok kemule trotol trotol (utara timur pojo selimutnya berbintik)
24. Sisih kidul ono gambar wong wadon gelungan sirahe marep ngulon (sebelah selatan ada gambar perempuan bersanggul kepalanya menghadap ke barat)
25. Kemule nglemek (selimutnya lembab)
26. Kemule sakbare nglembek rong lembar saiki garing meneh (kemule setelah lembek dua lembar sekarang kering kembali)
27. Kidul kulon ono gambar sapi punuk ndekem (selatan barat ada gambar sapi berpunuk tengah mendekam)
28. Sisih kidul ono gambar semar (sebelah barat ada gambar semar)
29. Sisih lor gambar petruk (sebelah utara gambar petruk)
30. Sisih kidul kulon ono gambar segi empat jajaran genjang (selatan barat gambar segi empat janjar genjang)
31. Sisih kulon ono huruf T aksoro gede (Sebelah barat ada huruf T kapital)
32. Sisih lor ono serangga hidup (sebelah utara ada serangga hidup)
33. Sisih kulon ono gambar teko (sebelah barat ada gambar teko)
34. Sisih kulon ono gambar kewan cilik urip nyolot-nyolot (barat ada gambar hewan kecil bersinar terang)
35. Pojok kidul kulon ono gambar pulau sumatra (pojok selatan barat ada gambar pulau sumatra)
36. Kemule selembar nglemek teles (selimutnya selembar lembab basah)
37. Kemule 5 lembar resik tur putih (selimutnya 5 lembar bersih dan putih)
38. Sisih kidul ono gambar kendi (sebelah selatan ada gambar kendi)
39. Kemule Resik putih 50 lembar (selimutnya bersih putih 50 lembar)
40. Sisih kulon gon tengah ono gambar iwak banyu (sebelah barat tengah ada gambar ikan air)
41. Sisih wetan ono pucuk rambut (sebelah timur ada pucuk rambut)
42. Sisih kulon ono gambar wayang gareng (sebelah barat ada gambar wayang gareng)

Setelah usai tiga cupu kemudian dibuka dan hasilnya :
Semar Tinandu doyong ngalor (doyong ke utara)
Palang Kinantang doronge ngidul ngulon (doyong selatan barat)
Kenthiwiri doyong ngidul ngulon ning mung setitik (doyong selatan kebarat tapi hanya sedikit)

Sumber : JIBI/Harian Jogja

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya