Pemprov Jateng Bakal Bangun 100 Hunian Sementara Korban Gempa Palu

Oleh: Alif Nazzala Rizqi 05 Oktober 2018 | 17:17 WIB
Pemprov Jateng Bakal Bangun 100 Hunian Sementara Korban Gempa Palu
Warga melintas hunian sementara di kawasan Merapi.

Bisnis.com, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah rencananya akan membangun 100 Hunian Sementara (Huntara) untuk korban gempa di Palu dan Donggala. Adapun, bantuan pembangunan huntara atas inisiasi dari Bank Jateng dan anggota Korpri

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, Sarwa Pramana menuturkan, Huntara akan di bangun di Jateng dengan luas 6x4 meter khusus untuk pengungsi dari Palu dan Donggala.

"Hunian tersebut nantinya akan dilengkapi dengan (fasilitas) MCK dan penerangannya termasuk nanti di dalamnya semua lengkap. Itu bantuan dari Bank Jateng dan anggota Korpri," ujarnya saat dijumpai di kantornya Jumat (5/10/2018).

Dikatakan Sarwa, untuk pembangunan huntara saat ini sangat mendesak. Pasalnya, banyak sekali pengungsi yang harus tidur di luar yang belum kebagian tenda. Untuk itu, pembangunan ini harus segera dilaksanakan.

Para pengungsi lanjut dia, yang tinggal di dalam rumah pun mereka juga takut. Hal ini, karena kondisi bangunan yang sudah tidak prima. Apalagi jika terkena guncangan gempa lagi.

"Harapannya nanti huntara ini nanti bisa satu kampunglah. Seratus rumah berarti seratus KK. Mudah-mudahan besok saya bisa contohkan saya dirikan (sebelum diberangkatkan)," tambahnya.

Selain itu, masih ada pertimbangan lain pendirian huntara secara segera ini. Yakni, musim penghujan yang diperkirakan datang dalam waktu dekat, sehingga pengungsi bisa mendapat perlindungan.

Material Huntara macam galvanis, deklit, atau triplek ini rencananya diberangkatkan, Sabtu (6/10) besok bersama dengan bantuan 118 relawan, logisitik seperti makanan siap saji, kalengan, maupun pakaian baru untuk para pengungsi. Serta sepuluh kendaraan seperti mobil dapur umum dan truk tangki.

"Ada juga bantuan puluhan unit sepeda dari Muhammadiyah. Tapi diperuntukkan untuk siapa belum tahu, mungkin nanti untuk pengungsi buat membantu transportasi," katanya.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya