Harga Jagung Naik, Bupati-Walikota Se-Jateng Diminta Pasang Badan

Oleh: Alif Nazzala Rizqi 11 Oktober 2018 | 17:24 WIB
Harga Jagung Naik, Bupati-Walikota Se-Jateng Diminta Pasang Badan
Petani memanen jagung saat panen di Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (13/12)./ANTARA-Maulana Surya

Bisnis.com, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meminta Bupati di 35 kabupaten/kota untuk mengatasi melambungnya harga jagung. Pasalnya, sebagai salah satu bahan utama pakan ternak, dengan kondisi jagung seperti itu akan memicu naiknya harga daging ayam. 

Berdasarkan data Dewan Jagung Nasional, harga jagung saat ini mencapai Rp5.200 per kilogram. Kondisi tersebut membuat pengusaha ternak menjerit, karena harga pakan ternak pun turut melambung dari asalnya Rp4.700 kini tembus Rp6.200. 

"Sebenarnya hari ini jeritan dari para peternak adalah jagung. Kemarin saya ketemu secara informal dengan para peternak ayam mereka mengeluh jagungnya masih kemahalan," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Kamis (11/10/2018).

Adapun, kebutuhan jagung di Jawa Tengah setiap hari mencapai 900 ton dan untuk pakan ternak mencapai 550 ton. Mengingat beberapa daerah di Jawa Tengah menjadi lumbung jagung, Ganjar meminta para bupati membantu menyelesaikan persoalan ini. 

"Saya butuh bantuan temen-temen bupati pengusaha dan pedagang untuk menunjukkan sekarang (jagung) ada berapa dan di mana dengan harga berapa, nanti bisa terjangkau atau tidak," kata Ganjar. 

Selain mempengaruhi harga ayam, yang terpicu atas kenaikan harga jagung dan pakan ternak ini adalah telur. Data dari Peternak Layer Nasional menyebut harga telur dari peternak saat Rp15.000-Rp16.000.

Dengan melambungnya harga jagung itu, mestinya harganya mencapai Rp21.000 Padahal harga ditingkat konsumen hanya Rp23.000 Ganjar berharap persoalan harga jual jagung ini tidak lama dengan support para bupati dan masyarakat.

"Itu (jagung) segera dikirimkan kepada peternak agar mereka bisa ngasih pakan ternaknya dan akhirnya harga ternaknya bisa dikendalikan, ayam khususnya," katanya.

Ganjar mengaku khawatir kondisi tersebut bakal memancing para peternak untuk menaikkan harga ternak, ayam khususnya. 

Selain itu juga ada dilema lain, karena harga jagung dari luar negeri memang murah. Dia mengatakan sekarang yang dibutuhkan adalah yang di dalam negeri ini ada di mana, termasuk Jawa Tengah. 

"Apakah yang di Grobogan masih ada atau tidak. Sebenarnya kita perlu segera mencari dan mendukung agar harga ternaknya ini juga tidak tinggi," ujarnya.

Editor: Sutarno

Berita Terkini Lainnya