Rifan Financindo Berjangka Semarang Catatkan Pertumbuhan Transaksi 74%

Oleh: Alif Nazzala Rizqi 14 Oktober 2018 | 10:28 WIB
Rifan Financindo Berjangka Semarang Catatkan Pertumbuhan Transaksi 74%
Karyawan mengamati Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), di galeri Bursa Berjangka Komoditi , Jakarta, Senin (15/5)./JIBI-Endang Muchtar

Bisnis.com, SEMARANG -- PT Rifan Financindo Berjangka cabang Semarang mencatatkan pertumbuhan transaksi sebesar 74,72% pada kuartal III/2018.

Pada 2017, jumlah transaksi hanya 18.950 lot sedangkan tahun ini mencapai 33.109 lot.
 
Branch Manager Rifan Financindo Berjangka (RFB) cabang Semarang Syaiful Bachri mengakui saat ini pihaknya sedang mengejar banyak transaksi. Pasalnya, target transaksi ditetapkan sebesar 100.000 lot sampai akhir 2018.
 
"Kami bekerja sangat keras untuk mencapai target transaksi 100.000 lot. Berbagai upaya kami lakukan untuk memperoleh banyak nasabah sehingga target dapat tercapai," ujarnya, Minggu (14/10/2018).
 
Menurut Syaiful, RFB juga menargetkan 200 nasabah baru sepanjang 2018. Namun, per awal Oktober 2018 jumlahnya baru 57 nasabah.

Dengan demikian, sisa waktu tiga bulan ini dimanfaatkan untuk menggaet nasabah. Beberapa cara yang ampuh mendongkrak jumlah nasabah adalah menggunakan media sosial, kanvasing, dan memberikan pelayanan prima kepada nasabah lama. 
 
Secara nasional, RFB membukukan transaksi sebanyak 846.550 lot per 30 September 2018 atau melonjak 97,36% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 428.935 lot.

Dari jumlah itu, transaksi bilateral atau Sistem Perdagangan Alternatif (SPA) sebanyak 611.944 lot, tumbuh 68%. SPA menopang pertumbuhan kinerja RFB pada kuartal III/2018.
 
Sementara itu, volume transaksi multilateral tercatat sebesar 234.606 lot atau meroket 262,75% secara year-on-year (yoy) dari sebelumnya 64.674 lot.
 
"Kami bangga dengan pencapaian ini. Dengan dukungan yang kuat dari seluruh kantor cabang dan karyawan, kinerja perseroan terus meningkat dan target 1 juta lot hingga akhir tahun ini optimistis akan terlewati,” terang Chief Business Officer RFB Teddy Prasetya.
 
Adapun jumlah nasabah baru naik 27,17% menjadi 1.961 nasabah per akhir September 2018, lebih banyak dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebanyak 1.542 nasabah. Hal ini diklaim menjadi indikasi semakin kuatnya tingkat kepercayaan nasabah terhadap RFB serta kontribusi dari karyawan dan stakeholder.

Dia menerangkan pihaknya akan terus melakukan edukasi yang berkesinambungan agar masyarakat semakin memahami potensi dan risiko investasi di perusahaan pialang berjangka.

RFB juga diklaim mampu mempertahankan posisi sebagai perusahaan pialang berjangka terbesar di Indonesia, mengutip data Bursa Berjangka Jakarta (BBJ). 

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya