Rumah Tipe Menengah Kian Diminati Warga Semarang

Oleh: Alif Nazzala Rizqi 22 Oktober 2018 | 17:40 WIB
Rumah Tipe Menengah Kian Diminati Warga Semarang
Pameran Properti di Semarang

Bisnis.com, SEMARANG - Penjualan rumah dengan tipe menengah nampaknya kian diminati oleh warga Kota Semarang.

Hal tersebut, terlihat dari meningkatnya jumlah pembelian rumah menengah ke atas dalam Property Expo Semarang ke delapan yang dihelat di Mall Paragon, Semarang, dari tanggal 10-21 Oktober 2018.

Ketua Panitia Property Expo Semarang, Dibya K Hidayat mengatakan, pada penutupan pemeran kali ini, rumah yang sudah terjual mencapai 25 unit dan 10 unit diantaranya merupakan rumah tipe menengah ke atas.

"Ada 25 unit yang laku. Ini yang menarik adalah penjualan rumah tipe menengah ke atas dengan harga Rp750 juta yang sudah terjual 10 unit. Sedangkan sisanya merupakan rumah dengan harga Rp350 juta," kata Dibya, Senin (22/10/2018).

Dibya mengungkapkan, capaian penjualan tersebut merupakan sesuatu yang menarik. Hal itu, lanjutnya menunjukkan bahwa kemampuan daya beli masyarakat mulai membaik.

"Penjualan pameran kali ini cukup menarik, daya beli masyarakat mulai tumbuh untuk rumah dengan harga Rp750 juta," tambahnya.

Dia menjelaskan, tidak tahu persis kenapa terjadi peningkatan pembelian rumah tipe menengah ke atas tersebut.

Namun pihaknya menyebut, hal itu mungkin saja dipengaruhi oleh adanya relaksasi Loan to Value (LTV) yang diberikan pemerintah.

Selain itu, kata dia, penyebab meningkatnya jumlah pembelian rumah tipe tersebut kemungkinan juga bisa didorong karena harga rumah yang akan segera naik, sehingga pembeli memilih membeli lebih awal. 

Dikatakan Dibya, pada pameran November mendatang harga rumah diprediksi akan naik sebesar 5%.

"Pameran November nanti sudah ada kenaikan. Selama rupiah belum menguat harga akan naik," jelasnya. 

Dia menambahkan, meskipun terjadi peningkatan daya beli untuk tipe menengah ke atas, namun saat ini bisnis properti belum menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Menurutnya, hampir semua dunia usaha terutama bisnis properti mengalami kelesuan.

"Belum mengerti persis, banyak sektor bisnis, terutama properti kenapa kurang bergairah. Ini memang belum terjawab (sampai sekarang)," ungkapnya. 

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya