Ini Wilayah Rawan Bencana yang Jadi Sorotan Ganjar Pranowo

Oleh: Alif Nazzala Rizqi 25 Oktober 2018 | 19:08 WIB
Ini Wilayah Rawan Bencana yang Jadi Sorotan Ganjar Pranowo
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat memberikan paparan dalam rangkaian HUT Satpol PP di Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (7/2/2018)./Istimewa

Bisnis.com, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta, seluruh masyarakat Jawa Tengah meningkatkan kepeduliannya terhadap lingkungan khususnya masyarakat di daerah rawan bencana.

Dia mengungkapkan pemerintah telah berupaya melakukan penanggulangan bencana di musim penghujan seperti longsor dan banjir jauh-jauh hari.

“Meski begitu masyarakat harus terlibat. Saya beberapa waktu lalu berkunjung ke Klaten dan di sana mengikuti kegiatan resik-resik kali (bersih-bersih sungai). Klaten sudah ada sekolah sungai, mereka sudah cukup lama membersihkan sungainya dan berjalan bagus,” kata Ganjar Kamis (25/10/2018). 

Ganjar juga meminta, daerah lain untuk meniru kegiatan tersebut dengan giat membersihkan sungai di daerah masing-masing.

“Saya selalu mengingatkan untuk mengantisipasi banjir, ayo bergotong royong membersihkan sungai dan saluran, setiap hari Jumat kita galakkan bersih-bersih sungai," tambahnya.

Kendati demikian, Ganjar mengingatkan kepada daerah rawan bencana banjir untuk siaga dan mengantisipasi datangnya banjir bandang yang sudah menjadi langganan. 

"Saya selalu mengingatkan kepada daerah rawan banjir segera menggerakkan tim resiko bencana. Beberapa daerah memang harus diwaspadai musibah banjir, terutama di Kudus, Pati, Kebumen," terangnya. 

Beberapa daerah lanjut dia, sudah mempersiapkan diri menghadapi musim penghujan saat ini. Misalnya Kota Semarang yang terus mengebut proses normalisasi sungai dan perbaikan saluran-saluran air.

“Lihat saja di Kota Semarang, sekarang saluran airnya besar-besar. Ini hal yang bagus, dan daerah lain juga mengikuti,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Jateng, Sarwa Pramana mengatakan jika pihaknya sudah memetakan wilayah rawan bencana di Jawa Tengah. Daerah rawan longsor diantaranya Banjarnegara, Wonosobo, Karanganyar, Kebumen, Cilacap, Pekalongan, Brebes dan Pemalang.

"Namun tingkat longsornya kami tidak bisa prediksi. Kalau banjir bandang sepertinya masih kecil kemungkinan, mungkin antisipasi tanggul jebol, di sungai Pemali Juwana, dan di Bengawan Solo tentunya," ujarnya. 

Dia menyatakan, di Jawa Tengah yang perlu diantisipasi tidak hanya banjir dan tanah longsor, namun gempa bumi juga harus diwaspadai. "Bencana ini tidak bisa diprediksi, entah musim hujan atau musim kemarau," tegasnya.

Editor: Sutarno

Berita Terkini Lainnya