Holcim Catat Pertumbuhan 17% di Jateng & DIY

Oleh: Alif Nazzala Rizqi 30 Oktober 2018 | 17:16 WIB
Holcim Catat Pertumbuhan 17% di Jateng & DIY
PT Holcim/News.com.au

Bisnis.com, SEMARANG- PT Holcim Indonesia Tbk mencatat rata-rata pertumbuhan pasar  semen Holcim di Jawa Tengah -DIY sebesar 17% pada kuartal III tahun 2018. Hal tersebut mengingat penjualan semen Holcim terus mengalami peningkatan.

"Pertumbuhan kita di Jateng-DIY sampai bulan kemarin tumbuh 17% dari tahun 2017. Sedangkan angka kita secara market share mengalami kenaikan 46% di DIY dan Jateng tumbuh 19-20%," kata Regional Sales Manager Holcim Jateng-DIY, Eki Karmanto, Selasa (30/10/2018). 

Dikatakan Eki, pertumbuhan itu didorong banyaknya permintaan semen kantong, yang dipakai untuk pembagunan infrastruktur di beberapa daerah baik di Jateng maupun DIY. Gencarnya pembangunan tersebut yang menjadi pemicu larisnya produk Holcim di Jateng dan DIY.

"Kebanyakan di daerah kan ada dana desa yang lagi gencar membangun infrastruktur jalan dan lainnya, ini menjadi penolong permintaan semen di Jateng-DIY tumbuh positif," ujarnya. 

Ditambahkan, setiap bulannya dari 5.000 toko bangunan yang bekerjasama dengan Holcim tersebar di Jateng-DIY, rata-rata mampu menjual 200.000 ton semen per bulan.

Sedangkan, kata dia beberapa daerah yang menyumbang permintaan semen terbesar didominasi oleh Kota Semarang, Solo dan Yogyakarta. 

Dia pun optimistis pada tahun depan Holcim akan tumbuh lebih baik lagi dibandingkan tahun ini, meski pada 2019 bakal memasuki tahun politik. Kendati demikian, tren penjualan meningkat biasanya setelah Semester Ini.

"Kalau kita rangkum permintaan semen pasti akan tumbuh terus. Dan untuk Pemilu 2019 biasanya akan berpengaruh, namun tidak terlalu signifikan," katanya.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Holcim Indonesia Gary Schutz mengatakan secara nasional, pendapatan pada kuartal III tahun 2018 sebesar lebih dari 12% atau Rp2,92 triliun dibandingkan periode yang sama tahun 2017, yang didorong oleh volume penjualan sebesar tiga juta ton dari kebutuhan sektor perumahan dan infrastruktur

Sementara hingga akhir September 2018, penjualan meningkat 7% menjadi Rp 7.37 triliun. Kenaikan EBITDA tercatat mendekati 30% dibandingkan kuartal ketiga tahun 2017, yang juga mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam melaksanakan program-program efsiensi. 

"Kami telah mencapai kinerja yang sangat baik dengan memanfaatkan tren di pasar sejak kuartal kedua dan momentum yang sangat baik ini membantu kami meningkatkan harga jual rata-rata," katanya.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya