Kampung Pancuran Salatiga, Metamorfosa Daerah Rawan Menjadi Lokasi Wisata

Oleh: Alif Nazzala Rizqi 01 November 2018 | 14:17 WIB
Kampung Pancuran Salatiga, Metamorfosa Daerah Rawan Menjadi Lokasi Wisata
Head of Brand & Consumer Marketing, PT ICI Paints Indonesia (AkzoNobel Decorative Paints Indonesia) Anastasia Tirtabudi bersamaWali Kota Salatiga Yulianto saat meresmikan Kampung Mural Pancuran./Bisnis-Alif Nazzala Rizqi

Bisnis.com, SALATIGA - Kampung Pancuran adalah wilayah terkenal di Salatiga. Dulu Kampung Pancuran terkenal karena angka kriminalitasnya yang tinggi. Kini, Kampung Pancuran bermetamorfosa menjadi lokasi wisata.

Metamorfosa Kampung Pancuran tak lepas dari peran kuas dan warna warni cat yang memberikan nuansa baru. 

Hal itu terwujud berkat peran serta AkzoNobel dalam meningkatkan pariwisata Kota Salatiga dengan menjadikan Kampung Pancuran sebagai Kampung Mural Pancuran.

Head of Brand & Consumer Marketing, PT ICI Paints Indonesia (AkzoNobel Decorative Paints Indonesia) Anastasia Tirtabudi mengaku sangat senang dapat bekerja sama dengan masyarakat dalam mempercantik lingkungan setempat.

Dia percaya pada kekuatan transformatif warna untuk memperkaya masyarakat dan membuat ruang tempat tinggal lebih berwarna, nyaman dan menyenangkan. 

"Itulah mengapa kami berkomitmen untuk terus memberikan warna dalam kehidupan masyarakat, seperti yang tercermin pada program kami, Let's Colour Indonesia. Kami berharap masyarakat dapat terinspirasi dan merasakan dampak positif dari warna," katanya, Kamis (1/11/2018).

Proyek Kampung Mural Pancuran membutuhkan waktu sekitar 8 bulan dan melibatkan lebih dari 100 warga setempat. Di sana dibuat ruang publik dan dinding-dinding di sepanjang tepi sungai menjadi lebih hidup dengan pembuatan mural warna-warni.

Area sekitar 10.000 meter persegi telah dicat dengan lebih dari 3.000 liter cat Dulux Weathershield.

Disisi lain, kehadiran Kampung Wisata Pancuran bertujuan untuk memupuk rasa kebanggaan dan memiliki di antara penduduk. Di Kampung Mural Pancuran terdapat mural-mural dengan beragam topik, seperti sejarah dan perjuangan Bangsa Indonesia. 

"Mural-mural tersebut juga menggambarkan pahlawan dari Salatiga. Ini menjadi peringatan yang berharga tentang sejarah berdirinya bangsa dan pengorbanan tanpa pamrih dari banyak orang untuk kebebasan yang dapat dinikmati saat ini," katanya.


Dari tahun 2016 hingga kini, program Let's Colour Indonesia secara konsisten telah mendukung dan bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan dan memperkaya kehidupan masyarakat dengan membantu meningkatkan ruang tempat tinggal mereka melalui proyek-proyek yang melibatkan komunitas.


Sementara itu, Wali Kota Salatiga Yulianto mengatakan, jika bantuan dari AkzoNobel sangat bermanfaat menjadikan kampung pancuran menjadi lebih indah. Hal tersebut sejalan dengan upaya Pemkot Salatiga untuk mendongkrak pariwisata.


Menurutnya, dengan menjadikan kampung mural daerah pancuran yang terkenal dengan angka kriminalitas tinggi kini menjadi tempat wisata yang indah. Selain itu, kampung pancuran juga bisa menjadikan percontohan kampung lain di Salatiga untuk berbenah menjadi lebih indah.


"Saya sangat berterimakasih dengan AkzoNobel yang sudah merubah kampung pancuran menjadi kampung yang sangat indah, ini juga sejalan dengan program Pemkot Salatiga untuk menarik wisatawan sebanyak mungkin," kata Anastasia.

Editor: Saeno

Berita Terkini Lainnya