Astra Kembangkan Rest Area Terindah di Tol Semarang-Solo

Oleh: Alif Nazzala Rizqi 05 November 2018 | 10:09 WIB
Astra Kembangkan Rest Area Terindah di Tol Semarang-Solo
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menerima Direksi Astra Property terkait rencana pembangunan rest area "Pendopo 49" di ruas Jalan Tol Semarang-Solo di rumah dinas Puri Gedeh Semarang.

Bisnis.com, SEMARANG – Kawasan istirahat (rest area) di jalan tol Semarang-Solo bakal dibangun dengan model joglo, bernuansa seni dan diklaim bakal menjadi terindah se-Indonesia.

Astra Group, pemegang konsesi tol ini, melalui Astra Properti, merencanakan lokasi istirahat tersebut dibangun di KM 49 ruas tol Semarang - Solo. Lokasi bernama Pendopo 49 ini juga diproyeksikan sebagai etalasenya Jawa Tengah.

Presiden Direktur Astra Property Paulus Bambang menjelaskan ada tiga hal yang jadi andalan Pendopo 49 sehingga layak disebut terindah. "Memberdayakan produk Jawa Tengah, desain yang futuristik dan connecting area," katanya dalam keterangan resmi Senin (5/11/2018)

Bambang mengatakan rest area itu bakal dilengkapi panggung terbuka untuk pertunjukan kesenian. Konsep ini diklaim baru pertama di Indonesia.

Pendopo 49 bakal memiliki lima pendopo sebagai gambaran lima gunung di Jawa Tengah. "Rest area ini dibangun tanpa mengedepankan profit oriented," tegas Bambang yang menargetkan proyek ini selesai 26 bulan ke depan.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan memang sudah semestinya pembangunan saat ini mengedepankan aspek alam dan sosial, tidak terkecuali rest area Pendopo 49 ini.

"Bikin hal lain di jalan tol. Sosial enterpreneur. Sebagai pintu masuk menikmati kearifan lokal, kerajinan, kuliner dan alam Jawa Tengah. Jadi ini etalase Jateng," ujarnya.

Menurutnya Pendopo 49 yang menempati lahan mencapai 10 hektare itu akan menjadi destinasi baru.

"Seperti di bandara, gabungan dari berbagai ahli, dari seniman sampai arsitektur yang memasukkan Jawa Tengah di bandara Ahmad Yani yang membuat saya tidak bisa komentar," tuturnya.

Untuk isian rest area itu, Ganjar menekankan harus diisi produk asli Jawa Tengah. Dari kerajinan, kuliner sampai keseniannya.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer