Ratakan Standar, Ikatan Akuntan Indonesia Melatih 5.864 Desa di Jateng

Ikatan Akuntan Indonesia mendorong Presiden Joko Widodo segera menetapkan peraturan pemerintah mengenai standar akuntansi pemerintahan desa.
Anggara Pernando | 13 Desember 2017 09:31 WIB
Ilustrasi. - JIBI

Bisnis.com, SEMARANG – Ikatan Akuntan Indonesia mendorong Presiden Joko Widodo segera menetapkan peraturan pemerintah mengenai standar akuntansi pemerintahan desa.

Wakil Ketua Peringatan 60 Tahun Ikatan Akuntan Indonesia Hendri Santosa mengatakan saat ini Komite Standar Akuntansi Pemerintahan telah merampungkan draf aturan bagi penyelenggaraan pemerintahan desa.

“Dengan PP maka yang tidak sesuai standar maka akan keluru. BPK sebagai pemeriksa juga akan sesuai standar yakni PP ini,” kata Hendri di Semarang, Selasa (12/12/2017).

Dia mengatakan saat ini peningkatan akuntabilitas pemerintahan desa terus didorong oleh IAI. Dia mengatakan untuk Jawa Tengah saja, IAI Wilayah dan IAI Kompartemen Sektor Publik telah memberikan pelatihan di 24 kabupaten di Jawa Tengah.

“Ini melingkupi 5.864 desa,” katanya.

Hendri mengatakan saat ini pihaknya masih menyisakan sekitar 2.000an desa lagi untuk diberikan pelatihan akuntansi pemerintahan desa.

Selain itu, pihaknya juga melakukan pilot project pendampingan penuh implementasi akuntansi dana desa di dua desa di Jawa Tengah.

Setelah pilot project ini diharapkan dapat ditindaklanjuti dengan menerjunkan lebih banyak akuntan untuk mengawal pelaporan dan transparasi dana desa.

“Kami lihat hasilnya dulu, sudah ada 40 Anggota IAI Jawa Tengah yang menyatakan sanggup untuk melakukan pendampingan,” katanya.

Dia menjelaskan saat ini IAI secara nasional telah menjangkau lebih dari 30.000 aparat desa terkait pelatihan dana desa. Jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat dalam pada 2018 mendatang.

“Target kami tentu seluruh desa terjangkau. 100%,” katanya.

Sementara itu Ketua IAI Jawa Tengah Tarmizi Achmad mengatakan saat ini akuntan diminta untuk semakin peka dengan kebutuhan zaman.

Untuk itu dalam peringana 60 tahun IAI kali ini, pihaknya menyelenggarakan Seminar Internasional yang bertempat di Semarang untuk membuka wawasan para akuntan dari seluruh Indonesia tentang berbagai perubahan zaman.

“Sekarang akuntan tidak hanya menghadapi laporan keuangan, tapi harus mampu berpikir makro dan mikro dalam dunia bisnis sekarang,” katanya.

Dia mengatakan saat ini ekonomi berubah dengan cepat. Untuk itu dibutuhkan peran akuntan yang menyesuaikan dengan perkembangan baik di bidang pemerintahan maupun dunia bisnis.

Tag : ktp-el
Editor : News Editor

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top