Jateng Andalkan 5 Sektor Unggulan, Apa Saja?

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Tengah mengungkapkan lima sektor unggulan yang menopang perekonomian sehingga ekonomi provinsi itu terus tumbuh secara signifikan hingga akhir tahun ini.
Alif Nazzala Rizqi | 13 Desember 2017 17:14 WIB
Narasumber yang hadir pada acara Economic Challenges 2018: Menelaah Prospek Sektor Unggulan Jawa Tengah di Semarang, Rabu (13/12/2017). Dari kiri: moderator Kepala Bisnis Indonesia Perwakilan Semarang Herdiyan, Kasubag Ekonomi Bappeda Provinsi Jawa Tengah Arief Wahyudhi, Analis Senior Divisi Advisory Ekonomi dan Keuangan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Tengah Sani Eka Duta, ekonom Undip FX. Sugiyanto, dan Wakil Ketua Apindo Jawa Tengah Deddy Mulyadi Ali. - Bisnis

Bisnis.com, SEMARANG – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Tengah mengungkapkan lima sektor unggulan yang menopang perekonomian sehingga ekonomi provinsi itu terus tumbuh secara signifikan hingga akhir tahun ini.

Kepala Subbagian Ekonomi Bappeda Provinsi Jateng Arief Wahyudhi mengatakan pada kuartal III 2017 ekonomi Jateng tumbuh signifikan 5,13%, yang merata di 35 kabupaten/kota. Namun, masih menyisakan permasalahan, khususnya pengangguran yang masih tinggi mencapai 4,3%.

“Kelima sektor unggulan di Jateng yakni masih sama seperti tahun lalu seperti industri pengolahan, pertanian, perdagangan, perikanan, serta konstruksi dimana sebagian besar pendapatan masyarakat berasal dari kelima sektor tersebut,” tuturnya saat menghadiri Economic Challenges 2018 dengan tema Menelaah Prospek Sektor Unggulan Jawa Tengah yang diselenggarakan Bisnis Indonesia, Rabu (13/12/2017).

Sektor pertanian merupakan yang paling tinggi mengingat Jateng merupakan penghasil beras terbesar di Indonesia. Namun, hal ini tidak diimbangi dengan nilai tukar petani (NTP) yang rendah hanya 0,45% hingga Desember 2017.

Pemerintah kini terus mengoptimalkan sektor pertanian, khususnya untuk beras dan jagung, sebab dua komoditas ini merupakan unggulan di Jateng dan kini mulai menngoptimalkan tanaman kedelai.

“Saat ini pemerintah mencoba mengembangkan kedelai mengingatbanyak makanan khas Jateng. seperti mendoan Banyumas dengan bahan baku utama dalam membuat tempe.”

Sementara itu untuk pertumbuhan ekonomi, Pemprov Jateng menargetkan 5,9%-6,2% pada tahun depan. Diyakini cukup berat, namun pihaknya optimistis bisa mencapainya mengingat berbagai potensi yang ada cukup banyak.

“Pada tahun depan, kami targetkan naik untuk ekonomi karena kini pemerintah sedang membangun jalan tol Trans Jawa sehingga mulai dari Jawa Barat hingga Jawa Timur yang akan melewati Jateng dan ini yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat guna mengembangkan bisnisnya,” tuturnya.

Selain lima sektor unggulan tersebut, pemerintah juga mengoptimalkan sektor pariwisata yang kini sedang digenjot seperti empat destinasi wisata utama seperti Sangiran, Dieng, Karimunjawa, dan Candi Borobudur.

Bukan hanya itu, pemerintah juga terus mengembangkan destinasi wisata baru sebagai salah satu penggerak perekonomian Jateng dengan cara merawat dan mempromosikan Visit Jateng.

“Sektor pariwisata sedang menjadi perhatian sebab pemerintah menggarap dengan serius, khususnya Candi Borobudur sekarang bukan hanya menikmati keindahan candi namun kini ada beberapa atraksi budaya yang ada di didalamnya,” pungkasnya.

Tag : golkar
Editor : Herdiyan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top