Pelemahan Rupiah Dipengaruhi Faktor Internal

Pelemahan rupiah paska kenaikan 7-Day Reverse Repo Rate atau suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) tidak hanya disebabkan oleh faktor eksternal, tapi juga faktor internal.
Hadijah Alaydrus | 18 Mei 2018 14:53 WIB
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo memberikan keterangan pers hasil Rapat Dewan Gubernur di kantor pusat BI, Jakarta, Kamis (17/5/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA -- Pelemahan rupiah paska kenaikan 7-Day Reverse Repo Rate atau suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) tidak hanya disebabkan oleh faktor eksternal, tapi juga faktor internal.

Gubenur BI Agus D.W. Martowardojo mengatakan faktor kenaikan suku bunga disebabkan faktor internal, terutama defisit neraca perdagangan.

"Ini reaksi pelaku usaha melihat dari sektor ekonomi kita," ujarnya, Jumat (18/5/2018).

Menurut Agus, pasar melihat neraca perdagangan April 2018 yang mengalami defisit sebesar US$1,6 miliar.

Selain itu, pasar disebut turut dipengaruhi oleh serangan pengeboman di Indonesia. Terkait dengan pengeboman ini, kondisi tersebut dinilai tidak berpengaruh signifikan terhadap stabilitas ekonomi.

"Tetapi, tidak bisa diingkari ada [dampaknya] karena beruntun," tuturnya.

Terlepas dari dua faktor di atas, Agus mengklaim pasar sudah price in dalam menghadapi kenaikan suku bunga.

"Ini sesuai ekspektasi pasar," lanjutnya.

Seperti diketahui, Rapat Dewan Gubernur (RDG)  pada 16-17 Mei 2018 memutuskan untuk menaikkan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 25 bps menjadi 4,5%, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 5,25%.

Berdasarkan catatan Bisnis, nilai tukar rupiah di pasar spot melemah 72 poin atau 0,51% ke level Rp14.130 per dolar AS pada Jumat (18/5) pukul 13.54 WIB.

Tag : Gonjang Ganjing Rupiah, Suku Bunga
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top