Bank Jateng Canangkan Transaksi Nontunai di Pusat Kuliner Kota Magelang

Pembayaran nontunai meningkatkan pembelanjaan seseorang, terutama untuk hal-hal yang nonesensial.
Newswire | 16 November 2018 17:17 WIB
Ilustrasi E-Retribusi Bank Jateng di pintu masuk pasar, Rabu (31/10). - JIBI/Sunaryo

Bisnis.com, MAGELANG – Pemerintah Kota Magelang bekerja sama dengan Bank Jateng mencanangkan transaksi nontunai melalui aplikasi e-bimaapps (Bank Jateng E-Moneyapps) dengan proyek percontohan di pusat kuliner Tuin Van Java Alun-Alun Kota Magelang.

"Aplikasi ini seiring dengan memasuki era ekonomi digital yang direspons dengan digaungkannya Go Digital Vision 2020," kata Wali Kota Magelang dalam siaran pers di Magelang, Jumat (16/11/2018).

Ia menyambut positif pencanangan transaksi nontunai tersebut, terutama karena sasarannya langsung kepada pedagang kuliner.

"Saya menyambut gembira sentra kuliner Tuin Van Java dipilih sebagai proyek percontohan transaksi nontunai Bank Jateng ini," katanya dalam sambutan tertulis kegiatan itu yang dibacakan Asisten 2 Sekretaris Daerah Pemkot Magelang Joko Budiyono.

Ia menyebut pencanangan itu sebagai bagian dari konsekuensi atas digitalisasi layanan keuangan yang semakin luas di Tanah Air.

"Pelan tapi pasti masyarakat mulai digiring untuk beralih menjadi masyarakat yang bertransaksi tanpa uang tunai," kata Sigit dalam kegiatan pada Kamis (15/11) malam itu.

Pembayaran nontunai, ujar dia, memiliki manfaat yang lebih dibandingkan dengan tunai, termasuk kaitannya dengan pedagang kecil.

Ia menjelaskan suatu studi menunjukkan bahwa pembayaran nontunai meningkatkan pembelanjaan seseorang, terutama untuk hal-hal yang nonesensial.

"Metode pembayaran nontunai juga dianggap memfasilitasi gaya hidup. Dalam pandangan yang lebih sederhana, pedagang tidak perlu repot menyiapkan uang kembalian, menghindarkan dari peredaran uang palsu, dan memudahkan pembukuan," katanya.

Direktur Operasional dan Digital Banking Bank Jateng Rahadi Widayanto menjelaskan peluncuran transaksi nontunai itu berdasarkan kenyataan bahwa masih banyak masyarakat yang tidak terakses bank (unbanked).

Ia menyebut hanya ada 36 persen penduduk dewasa di Indonesia yang memiliki rekening.

"Sebabnya bank sulit membuka cabang karena biaya tinggi. Juga dibutuhkan waktu dan biaya bagi masyarakat untuk pergi ke cabang bank terdekat," ujarnya.

Ia mengatakan e-bimaapps untuk mendukung penyelenggaraan transaksi nontunai di Jawa Tengah. Pemerintah dan BI telah mencanangkan gerakan nasional nontunai (GNNT) pada 2014 guna mendorong penggunaan sistem pembayaran dan instrumen pembayaran nontunai.

"Seiring pula dengan target pemerintah melalui Kemenkominfo, ada delapan juta UMKM menggunakan layanan digital pada 2020. Maka, kami sediakan sistem informasi dan sarana pendukung untuk pengelolaan keuangan," katanya.

Aplikasi dengan sejumlah fitur itu, kata dia, hasil kerja sama pihaknya dengan Telkom Indonesia, antara lain menyangkut pembayaran tagihan, pembelian pulsa, pembayaran PKB, donasi, transfer untuk pengguna layanan penuh, dan alat bayar belanja dan beli.

"Total merchant yang telah terakuisisi di area Magelang sebanyak 1.759 unit, lalu merchant yang telah dibukakan rekening 1.425 unit, merchant yang memiliki QR Code 1.053 unit, dan merchant yang telah memiliki QR di Kota Magelang 480 unit," ujarnya.

Sejumlah lokasi akuisisi merchant di Kota Magelang di PKL Tuin Van Java, Pasar Rejowinangun, Pasar Kukila, Pasar Kebon Polo, Taman Badakan, dan Sigaluh.

Sumber : Antara

Tag : bank jateng
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top