Program 1.000 Embung Jateng Rampung Tahun Ini

Program 1.000 embung yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Jateng telah selesai tahun ini. Terhitung dari catatan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Dan Penataan Ruang (PSDA) Provinsi Jateng ada 1.090 embung yang telah dibangun.
Alif Nazzala Rizqi | 21 November 2018 17:32 WIB
Ilustrasi:Embung Sriten, di Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi DIY. - wisata.gunungkidulkab.go.id

Bisnis.com, SEMARANG - Program 1.000 embung yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Jateng telah selesai tahun ini. Terhitung dari catatan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Dan Penataan Ruang (PSDA) Provinsi Jateng ada 1.090 embung yang telah dibangun.

Plt Kepala Dinas PSDA Provinsi Jateng Lukito mengatakan, untuk pembangunan embung tersebut Pemprov menggelontorkan Rp2,5 miliar per embung. Sementara untuk Dinas PSDA tahun ini hanya membangun 75 embung saja.

"Kami sangat siap menghadapi musim penghujan. Ini didasari dengan sudah berhasilnya program 1.000 embung yang dicanangkan pemerintah sejak 2015 lalu, dengan luas embung mencapai 1 hektare," kata Lukito Rabu (21/11/2015).

Lukito menjelaskan, Pemprov tahun ini rencananya akan membangun 6 embung lagi. Sementara tahun depan Dinas PSDA rencananya, akan membangun 22 embung baru untuk mengatasi banjir dan masalah pengairan di Jateng.

Disisi lain, pembangunan embung juga memiliki kendala seperti pembebasan lahan. Sehingga, kebanyakan embung yang sudah terbangun berada diatas tanah bondo deso (tanah milik desa atau kelurahan).

"Tahun depan kami kan membangun 22 embung baru. Ini untuk menjawab kebutuhan pengairan lahan pertanian serta menanggulangi banjir yang mungkin bisa terjadi," katanya.

Lebih lanjut Lukito menambahkan, dalam musim penghujan kali ini pihaknya sudah menyiagakan 30 pompa air pada 6 posko yang ada. Sehingga pihaknya sangat siap untuk menghadapi puncak musim penghujan yang akan jatuh pada bulan Desember dan Januari.

Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Jateng Moch Ichwan menuturkan, embung merupakan sumber air yang digunakan untuk mengairi lahan pertanian. Sehingga pembangunan embung sangat bermanfaat untuk masyarakat.

Dikatakan Ichwan, DPRD Jateng tidak pernah menolak pengajuan proposal pembangunan yang diajukan oleh Dinas PSDA. Sebab, menurutnya jika Dinas PSDA yang mengajukan tentunya sudah memenuhi syarat dalam pembangunan embung.

"Kami tidak pernah sedikitpun mengurangi anggaran yang didapatkan oleh Dinas PSDA. Karena pembangunan embung sangat penting untuk membantu masyarakat mendapatkan suplai air bersih," tegas Ichwan. 

Ichwan menambahkan, beberapa daerah yang menjadi titik pengawasannya saat kekeringan yaitu berada di Wonogiri, Rembang, Klaten dan Purwodadi. Pasalnya, beberapa kabupaten tersebut merupakan daerah tandus. 

Tag : jateng, jawa tengah
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top