BPJS Kesehatan Semarang Alami Defisit Sepanjang 2018

Per bulannya, BPJS Kesehatan Semarang harus membayar klaim sebesar Rp229 miliar. Namun, iuran dari peserta yang masuk hanya Rp65 miliar tiap bulan.
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 04 Januari 2019  |  10:21 WIB
BPJS Kesehatan Semarang Alami Defisit Sepanjang 2018
Warga antre mengurus kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (30/7/2018). - ANTARA/Yulius Satria Wijaya

Bisnis.com, SEMARANG -- BPJS Kesehatan KCU Semarang terus mengalami defisit karena jumlah iuran yang dibayarkan tak sesuai dengan tunggakan yang harus dilunasi.

Per bulannya, BPJS Kesehatan Semarang harus membayar klaim sebesar Rp229 miliar. Namun, iuran dari peserta yang masuk hanya Rp65 miliar tiap bulan. 

Kepala BPJS Kesehatan KCU Semarang Bimantoro mengatakan meski jumlah iuran tak sesuai dengan klaim yang harus dibayar, tapi pemerintah pusat maupun Pemerintah Daerah (Pemda) sudah melunasi kekurangan pembayaran tersebut.
 
"Memang sudah lama BPJS Kesehatan selalu mengalami defisit. Tapi, pemerintah sudah melunasi kekurangannya sehingga masih aman sampai sekarang," ujarnya, Jumat (4/1/2019).
 
Bimantoro menyebutkan jumlah peserta BPJS di Kota Semarang sudah mencapai 94,8% dari total penduduk. Capaian ini cukup tinggi karena masyarakat Semarang sudah sadar menjaga kesehatan mereka.
 
Sementara itu, jumlah rumah sakit di wilayah Semarang-Demak yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan adalah sebanyak 25 rumah sakit. Seluruhnya diklaim aman, terakreditasi, dan tersertifikasi.
 
Pemda diharapkan bisa mendorong semua rumah sakit di wilayah tersebut untuk bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Saat ini, masih ada tiga rumah sakit yang belum bekerja sama, di antaranya karena rumah sakit tersebut masih baru.
 
"Kalau ada yang tidak bekerja sama, nanti masyarakat dirugikan. Jangan sampai tiba-tiba tidak melanjutkan kerja sama, nanti bisa merusak sistem rujukan berjenjang, masyarakat yang dirugikan," tuturnya.
 
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
semarang, bpjs kesehatan

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top