Pemprov Jateng Akhirnya Setujui Tol Bawen Yogyakarta

Pemerintah Provinsi Jateng akhirnya menyetujui pembangunan Jalan Tol Bawen - Yogyakarta dan Solo - Yogyakarta.
Alif Nazzala Rizqi | 09 Januari 2019 16:10 WIB
Kendaraan bermotor melaju saat hari pertama pengoperasian jalan tol Salatiga - Kartasura di Susukan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Jumat (21/12/2018). - ANTARA/Aditya Pradana Putra

Bisnis.com, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jateng akhirnya menyetujui pembangunan Jalan Tol Bawen - Yogyakarta dan Solo - Yogyakarta. Kendati demikian, Pemprov Jateng berharap agar exit tol tetap dekat dengan bangunan cagar budaya.

Adapun, tol Bawen-Yogyakarta yang sepanjang 77 kilometer ini dimulai dari Ambarawa, Pringsurat, Magelang, dan Mungkid. Adapun di Yogyakarta, melewati Bendung, Karangtalun, Minggir, dan Sleman. Kemudian memanjang sampai ringroad utara. Total investasinya Rp12,139 triliun.

Sedangkan tol Solo-Yogyakarta panjangnya mencapai 54 kilometer dengan nilai investasi Rp19 triliun. Diawali dari Solo, Klaten dan Yogyakarta. Rencananya, juga akan ada bagian ruas yang melayang.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sepakat jika ruas tol Solo-Yogyakarta tak melewati kawasan Candi Prambanan. Hal tersebut sesuai yang diinginkan Pemda DIY supaya tidak merusak situs-situs penting di sana. Begitu pula dengan tol Bawen-Yogyakarta, pihaknya juga setuju manakala jalurnya tak bersinggungan dengan area Candi Borobudur.

"Tidak langsung nerabas lewat candi dan situs. Tapi di pinggirannya dan ada exit tol yang bisa menuju tempat wisata yang menuju Borobudur dan Prambanan. Itu kan menarik," kata Ganjar Rabu (9/1/2018).

Selain dua wisata andalan itu, diharapkan nanti exit tol juga bisa menjangkau daerah wisata pendukung di Jateng dan DIY lainnya. "Tapi aksesibilitas harus bisa menuju ke dua titik itu (Prambanan dan Borobudur). Secara teknis biarkan insinyur menghitung, kita kasih rambu-rambu," tambahnya.

Kendati demikian, Ganjar belum menerima rancangan trase untuk infrastruktur calon penghubung provinsi Jateng dan DIY ini. Lantaran, Detail Engineering Design (DED) memang belum rampung.

"Semua yang masih konsep saya biarkan, kalau mereka sudah bikin desain saya undang untuk paparan. Saat ini Kementerian PU menghitung aksesibilitas kecepatan dan traffic management. Kalau sudah detail dan eksekusi akan saya minta untuk paparan. Sehingga hal-hal yang ditakutkan publik bisa dikomunikasikan dengan baik," katanya.

Tag : jalan tol
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top