Optimisme Konsumen Jawa Tengah Ditopang Tiga Hal

Optimisme konsumen berasal dari keyakinan konsumen terhadap membaiknya kondisi ekonomi saat ini dan kondisi ekonomi ke depan.
Alif Nazzala Rizqi | 13 Maret 2019 14:27 WIB
Foto udara dermaga dan permukiman nelayan Kampung Bahari Tambaklorok di Semarang, Jawa Tengah, Senin (11/03/2019). - Antara/Aji Styawan

Bisnis.com, SEMARANG – Hasil Survei Konsumen Bank Indonesia kepada 700 responden rumah tangga di Jawa Tengah pada Februari 2019 mengindikasikan bahwa keyakinan konsumen terhadap perekonomian Jawa Tengah berada pada level optimis dan meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.

Hal tersebut tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Februari 2019 yang tercatat sebesar 138.29, lebih tinggi 1,79 poin dibandingkan IKK Januari 2019 sebesar 136,50.

Kepala Perwakilan BI Jawa Tengah Hamid Ponco Wibowo mengatakan, optimisme konsumen berasal dari keyakinan konsumen terhadap membaiknya kondisi ekonomi saat ini dan kondisi ekonomi ke depan.

Hal ini tercermin dari Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) Februari 2019 yang berada pada level optimis sebesar 124,99. Optimisme terhadap kondisi ekonomi saat ini terutama berasal dan terjaganya tingkat penghasilan, ketersediaan lapangan kerja, dan pengeluaran konsumsi.

Sementara itu lanjut dia, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) untuk 6 bulan ke depan Juga berada pada level optimis yang tercatat sebesar 151.58.

"Masih optimistisnya konsumen terhadap kondisi ekonomi 6 bulan ke depan didorong oleh keyakinan akan adanya kenaikan penghasilan, ketersediaan lapangan kerja, dan terjaganya kegiatan usaha," ujar Ponco dalam keterangan resminya Rabu (13/3/2019).

Dia menjelaskan, ekspektasi konsumen terhadap kenaikan harga 3 bulan mendatang (Mei 2019) mengalami penguatan, terindikasi dari Indeks Ekspektasi Harga (IEH) 3 buIan mendatang yang meningkat dari 173,97 menjadi 179.45. Hal ini terutama didorong oleh pengaruh hari raya keagamaan, dampak kenaikan harga BBM, dan ketersediaan barang/Jasa yang berkurang.

Selain itu, ekspektasi konsumen terhadap kenaikan harga 6 bulan mendatang (Agustus 2019) mengalami pelemahan, terindikasi dari IEH 6 bulan mendatang yang turun dari 182.95 menjadi 169,55.

"Masih adanya ekspektasi konsumen terhadap kenaikan harga terutama didorong oleh pengaruh hari raya keagamaan, dampak kenaikan harga BBM, dan kenaikan TTL," tambahnya.

Lebih lanjut Ponco menjelaskan, jika dilihat dari akses ke perbankan, ekspektasi masyarakat terhadap peningkatan jumlah tabungan pada 6 bulan mendatang (Agustus 2019) mengalami penguatan. Hal Ini tercermin dari indeks ekspektasi kenaikan jumlah tabungan sebesar 134,58, lebih tinggi 2.38 poin dari Indeks sebelumnya sebesar 132,21.

Tag : bank indonesia, jawa tengah
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top