BUMD Jawa Tengah Ditargetkan Hasilkan Deviden Rp1 Triliun

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jawa Tengah ditargetkan menyumbang deviden Rp1 triliun dari inovasi dan kreatifitas usaha.
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 21 Maret 2019  |  15:23 WIB

Bisnis.com, SEMARANG – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jawa Tengah ditargetkan menyumbang deviden Rp1 triliun dari inovasi dan kreatifitas usaha.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono mengatakan kontribusi deviden BUMD daerah setempat pada 2018 Rp459 miliar.

"Diharapkan semakin meningkat atau paling tidak Rp1 triliun. Karena BUMD sebagai penopang atau penyokong sumber dana pembangunan di Jawa Tengah,” katanya, Kamis (21/3/2019).

Target deviden tersebut, kata dia, bisa dicapai dengan lompatan inovasi. Beberapa di antaranya membuat penyertaan modal untuk usaha yang produktif dan memberikan dampak ekonomi, sosial, dan kesejahteraan masyarakat.

"Selain itu pengelolaan migas, rest area yang dikelola akan terintegrasi dengan agrowisata, serta potensi lain di SPJT dan lainnya, yang nilainya sangat besar dan semakin hari kian meningkat. Ini menjadi harapan kita," ujarnya.

Sinergi BUMD dengan swasta perlu terus dilakukan agar investasi terus berkembang. Namun demikian, asas kepastian hukum dan kaidah peraturan perundang-undangan tetap perlu diperhatikan.

Sekda juga meminta pengelola badan usaha milik daerah selalu menjaga akuntabiltas. Semua kebijakan harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat dan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan.

Pemprov Jateng saat ini memiliki 10 BUMD, yakni PT Bank Jateng, PT Citra Mandiri Jawa Tengah, BPR BKK, PT Perusahaan Daerah Air Bersih (PDAB), Kawasan Industri Wijaya Kusuma, PT Askrida, PT Pusat Rekreasi Promosi dan Pembangunan (PRPP), PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), PT Sarana Patra Hulu Cepu (SPHC), dan PT Jamkrida.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bumd, jawa tengah

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top