Sebanyak 93 TPS di Jawa Tengah Rawan Konflik

Dari 115.391 TPS yang ada di Jateng, Polda Jateng menilai setidaknya 93 TPS masuk dalam kategori rawan konflik.
Imam Yuda Saputra | 15 April 2019 19:22 WIB
Anggota Komisi Independen Pemilihan (KIP) bersama anggota Panitia Pengawas Pemilih (Panwaslih), Polisi dan perwakilan partai memusnahkan surat suara rusak dengan cara dibakar di Banda Aceh, Aceh, Senin (15/4/2019). KIP Kota Banda Aceh memusnahkan sebanyak 649 surat suara rusak dan surat suara lebih yang terdiri dari surat suara pasangan calon presiden dan surat suara calon legislatif. - Antara/Ampelsa

Bisnis.com, SEMARANG – Aparat Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah (Jateng) telah memetakan tempat pemungutan suara (TPS) yang masuk dalam kategori rawan. Dari 115.391 TPS yang ada di Jateng, Polda menilai setidaknya 93 TPS masuk dalam kategori rawan konflik.

Kepala Biro Operasi (Karoops) Polda Jateng, Kombes Pol. Hariyanto, menyebut dari 115.391 TPS yang tersebar di seluruh wilayah Jateng, sekitar 835 TPS di antaranya masuk kategori rawan. Namun, dari sekian banyak TPS rawan itu, yang berpotensi menimbulkan konflik sekitar 93 TPS.

“Rawan itu bisa juga rawan bencana, rawan geografis karena jauh dari kantor polisi, dan rawan konflik. Total yang masuk kategori rawan sekitar 835 TPS, tapi yang rawan benturan antarkelompok [konflik] sekitar 93 TPS,” ujar Hariyanto kepada wartawan di Semarang, Senin (15/4/2019).

Hariyanto menambahkan 93 TPS rawan konflik itu tersebar di beberapa daerah di Jateng, seperti Solo, Temanggung, Cilacap, hingga Kota Semarang. Khusus untuk TPS rawan konflik itu, aparat Polda Jateng akan memberikan perhatian khusus berupa pengawalan anggota Polri dan TNI secara penuh.

“Setiap TPS rawan konflik akan dikawal minimal dua anggota polisi yang bertugas sebagai Pam TPS. Tak hanya itu, mereka juga akan dibantu petugas gabungan TNI-Polri yang tidak berstatus sebagai Pam TPS [berpakaian preman],” imbuhnya.

Sementara untuk TPS yang tidak masuk dalam kategori rawan konflik, Polda Jateng akan menerjunkan dua anggota polri untuk memantau empat TPS.

Hariyanto menambahkan saat hari pemungutan suara atau coblosan Pemilu 2019, Polda Jateng akan menerjunkan sekitar 23.370 personel yang berasal dari berbagai kesatuan. Sementara, anggota TNI yang diterjunkan membantu pengawanan mencapai 12.000 orang.

“Dari Kodam Diponegoro total menerjunkan sekitar 14.000 prajurit. Sebanyak 12.000 orang untuk mengamankan pemilu di Jateng, sisanya di DIY [Daerah Istimewa Yogyakarta],” terang Hariyanto.

Hariyanto pun mengimbah kepada para personel Polri yang melakukan pengamanan untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Ia juga meminta kepada masyarakat untuk datang ke TPS menggunakan hak suaranya tanpa perasaan waswas.

“Enggak perlu khawatir, TNI dan Polri akan menjaga pelaksanaan pemungutan suara. Masyarakat, yang sudah punya hak pilih agar datang berbondong-bondong ke TPS. Gunakan hak pilih anda,” ujar Hariyanto.

Senada disampaikan Kapolda Jateng, Irjen Pol. Condro Kirono. Jenderal polisi bintang dua itu Jateng juga berpesan kepada seluruh personel keamanan untuk melaksanakan tugas secara profesional.

"Kenali TPS, KPPS, rekan-rekan dari Linmas serta pengawas pemungutan suara sebagai mitra kita. Pedomani selalu buku saku pengamanan Pemilu 2019 dalam bertugas dan jaga kesehatan," pinta Kapolda saat memimpin apel gelar pasukan pengamanan di Mapolda Jateng, Senin pagi.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jawa tengah, Pilpres 2019

Sumber : JIBI/Solopos

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup