Golkar Sebut Kemenangan PDIP dan PKB di Jateng Karena Efek Jokowi

Coattail effect dinilai memberi dampak menguntungkan bagi parpol pendukung Jokowi di Jawa Tengah.  
Newswire
Newswire - Bisnis.com 12 Mei 2019  |  13:25 WIB
Golkar Sebut Kemenangan PDIP dan PKB di Jateng Karena Efek Jokowi
Presiden Jokowi disambut Wagub Kaltim Hadi Mulyadi saat tiba di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (7/5/2019). - Setkab/Anggun

Bisnis.com, SEMARANG - Efek ekor jas atau coattail effect dinilai memberi dampak menguntungkan bagi parpol pendukung Jokowi di Jawa Tengah. 

Ketua Harian DPD I Partai Golkar Provinsi Jawa Tengah H.M. Iqbal Wibisono menilai kemenangan PDIP dan PKB dalam Pemilu Anggota DPR RI di Jawa Tengah tidak lepas dari Pasangan Calon Presiden-Wakil Presiden RI Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Pak Jokowi sebagai petugas partai PDIP, menurut Ibu Megawati [Ketua Umum DPP PDIP], benar-benar mampu menjadi daya tarik, bahkan magnet bagi pemilih, baik di kalangan manula maupun kaum milenial di Jateng," kata Iqbal Wibisono di Semarang, Minggu (12/5/2019).

Di samping karena faktor Jokowi sebagai presiden, juga sosok Cawapres K.H. Ma'ruf Amin yang mampu menggugah kekuatan kultural. Bahkan, menurut Iqbal, jamiah sampai pelosok perdesaan sehingga sangat terasa sekali bahwa di Jateng perpaduan dua sosok nasionalis dan religius sangatlah tepat. Hal ini menguntungkan bagi peserta pemilu yang mendukung Pasangan Calon Nomor Urut 01.

Menanggapi beredarnya 77 nama calon anggota DPR terpilih pada Pemilu 2019 di Daerah Pemilihan Jateng, Iqbal menyarankan mereka yang namanya tercantum dalam daftar tersebut sebaiknya menunggu keputusan rapat pleno KPU RI.

"Lolos atau tidaknya 26 calon anggota DPR RI asal PDIP, 13 caleg PKB, dan 11 caleg Partai Golkar, serta caleg dari parpol peserta pemilu lainnya masih menunggu penetapan mereka sebagai calon terpilih melalui rapat pleno KPU," kata Iqbal.

Iqbal memperkirakan PDIP dan PKB tetap merajai di Jateng. Hal ini menunjukkan efek ekor jas Capres Jokowi sangat berpengaruh terhadap kedua partai pemenang itu meskipun dua partai tersebut terasa lebih dahsyat berkonsolidasi dengan berbagai kekuatan struktural dan kultural.

"Hal inilah yang perlu dipahami bahwa ke depan partai politik apa pun ideologinya dan kekuatannya harus mampu menampikanl kadernya sebagai calon presiden maupun wakil presiden," ujar Iqbal.

Bagi partai yang belum beruntung, Iqbal memandang perlu kerja keras dan harus berani menawarkan program-program yang mampu menghipnotis masyarakat, termasuk kaum milenial.

Selain itu, parpol harus berani menampilkan kader terbaik sebagai calon presiden dan calon wakil presiden yang diyakini akan menjadi harapan rakyat pemilih.

Menurut Iqbal, tidak ada kata terlambat bagi partai politik untuk menjadi besar dan hebat manakala partai tersebut mampu mempersiapkan kadernya dengan baik secara profesional dan proporsional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, Pemilu 2019

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top