Pemerintah Perlu Beri Insentif Angkutan Umum Penyokong Tol

Meskipun tol Solo-Yogyakarta dapat membuat penggunaan angkutan umum bergairah kembali, sebenarnya akan lebih memanjakan para pengguna kendaraan pribadi.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 13 Juni 2019  |  17:05 WIB
Pemerintah Perlu Beri Insentif Angkutan Umum Penyokong Tol
Sejumlah kendaraan pemudik melintasi jalan tol Boyolali-Solo di Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (29/5/2019). - Antara

Bisnis.com, SEMARANG — Pemerintah dinilai perlu memberikan insentif untuk angkutan umum di daerah guna membuat minat masyarakat menggunakan angkutan umum bus mengalami peningkatan seiring rencana pembangunan tol Solo-Yogyakarta.

Akademisi Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang, Djoko Setijowarno mengungkapkan saat ini angkutan umum bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dari Jawa Tengah atau Daerah Istimewa Yogyakarta sudah mulai bergairah dengan terbangunnya tol Trans-Jawa.

Saat ini, paparnya sudah ada bus AKAP Trans-Jawa yang berangkat pagi dari Jawa Tengah menuju Jakarta, begitu juga sebaliknya.

“[yang diperlukan untuk meningkatkan jumlah PO yang mau membuka jalur ketika Solo-Yogyakarta terbangun] Insentif buat angkutan umum di daerah,” kata Djoko kepada Bisnis, Kamis (13/6/2019).

Dia menjelaskan, insentif yang dapat diberikan pemerintah untuk mengembangkan angkutan umum daerah dapat berupa insentif operasional sehingga masyarakat berminat untuk menggunakan angkutan umum.

Saat ini, tambahnya belum ada insentif yang diberikan pemerintah untuk angkutan umum daerah. Insentif untuk angkutan umum daerah, paparnya baru akan ada pada 2020 untuk wilayah Solo dan sekitarnya.

Meskipun tol Solo-Yogyakarta dapat membuat penggunaan angkutan umum bergairah kembali, dia menambahkan, sebenarnya pembangunan jalan tol tersebut akan lebih memanjakan para pengguna kendaraan pribadi.

Pembangunan jalan tol Solo-Yogyakarta, dia menilai dapat menimbulkan pro dan kontra di beberapa bagian mengingat akan melalui lahan produktif.

Sebelumnya, Pemerintah berencana membuat proyek jalan tol Solo – Yogyakarta menjadi dua paket jalan sembari menyelesaikan trase yang masih dalam proses.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, mengungkapkan, pihaknya akan memulai proyek pembangunan jalan tol Solo – Yogyakarta yang berada di Jawa Tengah terlebih dahulu sambil menyelesaikan desain trase yang di wilayah Yogyakarta.

Lelang pengerjaan proyek jalan tol Solo-Yogyakarta yang berada di bagian Jawa Tengah, ujarnya akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Solo-Yogyakarta kita bikin dua, kelihatannya dua paket ya. Yang kita mulai dulu yang di Jawa Tengah sambil kita memfinalkan desain trase yang di Yogyakarta,” katanya.

Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto, mengungkapkan dua paket pembangunan tol Solo – Yogyakarta tersebut terdiri dari Solo – Prambanan yang masuk dalam wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta – Prambanan yang berada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Untuk diketahui, berdasarkan laman Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), proyek tol Solo-Yogyakarta memiliki panjang 40,49 kilometer. Adapun nilai total investasi proyek tersebut mencapai Rp16,02 triliun.

Kemudian, proyek tersebut juga memiliki skema pendanaan kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) dengan rencana mulai konstruksi 2018 dan rencana mulai operasi pada 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tol solo-yogyakarta

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top