HIPMI Diminta Pacu Pengusaha Baru di Jawa Tengah

Billy Dahlan mengemukakan, di bawah kepemimpinannya, ia terus mendorong pertumbuhan pengusaha baru di Jateng.
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 17 Juni 2019  |  20:28 WIB
HIPMI Diminta Pacu Pengusaha Baru di Jawa Tengah
Ketua BPD HIPMI Jateng Billy Dahlan saat menyerahkan plakat kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam pembukaan Rakerda 3 dan Diklatda 2 BPD HIPMI Jateng di Hotel Dafam Semarang. - Bisnis/Alif Nazzala R.

Bisnis.com, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mendorong Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Tengah membantu mewujudkan pertumbuhan ekonomi Jateng mencapai 7%.

"Saya ditantang Ibu Menteri Sri Mulyani agar Jawa Tengah pertumbuhan ekonominya bisa mencapai 7%, sekarang baru 5,2%. Untuk itu kami harap bantuan HIPMI untuk merealisasikan target tersebut," kata Ganjar dalam acara Rakerda 3 dan Diklatda 2 BPD HIPMI Jateng di Hotel Dafam Semarang, Senin (17/6/2019).

Dikatakan, saat ini anggota BPD HIPMI Jateng yang sudah menjadi pengusaha bisa saling bertukar pengalaman dengan memperkuat bisnis sesama anggota untuk melakukan perbaikan kualitas produk, cara pengolahan hingga managemen usahanya.

Dengan begitu, kata Ganjar apabila bisnis tersebut sudah kuat nantinya bisa bergerak ke skala yang lebih besar, yakni bergerak ke tahap industri.

"HIPMI punya pengalaman dan semangat luar biasa, sangat menggebu-gebu membangun usahanya, ini menjadi potensi yang bagus untuk mencapai perkembangkan yang diinginkan," tuturnya.

Dia menambahkan, sinergi antara Pemerintah dan pengusaha memang harus dijalin dengan baik. Pengusaha bisa mulai dengan memberikan masukan apa yang perlu dilakukan pemerintah.

"Kita harus intens bertemu untuk bisa membuat kebijakan publik bersama, mana yang harus dilindungi, diberikan intensif, mana yang mendapatkan kemudahan," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum BPD HIPMI Jateng, Billy Dahlan mengemukakan, di bawah kepemimpinannya, ia terus mendorong pertumbuhan pengusaha baru di Jateng.

Hal itu telah diwujudkan dengan adanya pendampingan, pelatihan hingga seminar untuk meningkatkan kualitas pengusaha.

"Saat ini 70% anggota yang masuk masih baru-baru, memang sedikit awam dengan HIPMI. Sehingga melalui diklat dan pelatihan semacamnya ini teman-teman yang baru mempunyai kesempatan mengenal HIPMI," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hipmi, ganjar pranowo

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top