Kecepatan Perizinan di Semarang Menjadi Faktor Terbesar

Dinas Pelayanan Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Semarang mengungkapkan pelayanan perizinan di ibu kota Jawa Tengah yang cepat merupakan faktor terbesar yang membuat total realisasi investasi di Kota Semarang meningkat.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 21 Juni 2019  |  18:04 WIB
Kecepatan Perizinan di Semarang Menjadi Faktor Terbesar
Ilustrasi

Bisnis.com, SEMARANG—Dinas Pelayanan Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Semarang mengungkapkan pelayanan perizinan di ibu kota Jawa Tengah yang cepat merupakan faktor terbesar yang membuat total realisasi investasi di Kota Semarang meningkat.  

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Semarang Ulfi Imran Basuki, mengungkapkan bahwa terdapat tiga faktor yang membuat realisasi investasi di kota Semarang mengalami peningkatan.

“[Penyebab terbesar yang membuat investasi tumbuh] Perizinan cepat, tidak bertele-tele,” kata Ulfi kepada Bisnis, Jumat (21/6/2019).

Dia menjelaskan, pembuat realisasi nilai investasi di Kota Semarang baik penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun penanaman modal asing (PMA) mengalami kenaikan antara lain pertumbuhan infrastruktur.

Kemudian, perkembangan pariwisata yang terjadi, dan mengurus perizinan yang mudah dan cepat, serta kepastian hukum bagi calon investor yang akan menanamkan modalnya di kota Semarang.

“Aturan-aturan mainnya jelas,” katanya.

Pada tiga bulan pertama tahun ini, realisasi penanaman modal dalam negeri di Kota Semarang mencapai Rp6,2 triliun dengan jumlah perusahaan mencapai 4.739 perusahaan, dan melibatkan 19.549 tenaga kerja.

Adapun jumlah proyek dalam realisasi penanaman modal dalam negeri yang terjadi pada tiga bulan pertama tahun ini mencapai 559 proyek.

Jenis industri yang terdapat dalam sektor industri PMDN di Kota Semarang antara lain, industri makanan, tekstil, barang dari kulit dan alas kaki, kayu, kertas dan percetakan, kimia dan farmasi, mineral non logam.

Industri logam, mesin, & elektronik, instrumen kedokteran, presisi & optik, dan jam, kendaraan bermotor & alat transportasi lainnya, dan industri lainnya.

Sepanjang tahun lalu, nilai PMDN di Kota Semarang mencapai Rp23,75 triliun atau sekitar 86,21% dari total realisasi nilai investasi di Kota Semarang.

Adapun nilai realisasi investasi penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp3,8 triliun atau berkontribusi sebesar 13,79%.

DPMPTSP juga mencatat jumlah perusahaan yang melakukan investasi dari Januari sampai Desember tahun lalu sebanyak 2.929 perusahaan. 2.826 perusahaan di antaranya atau sekitar 96,48% adalah PMDN.

Sementara itu, lanjutnya jumlah perusahaan PMA sebanyak 103 perusahaan dari Januari sampai dengan Desember tahun lalu.

Secara keseluruhan, jumlah tenaga kerja yang  terlibat sebanyak 32.439 orang, dengan 32.405 di antaranya merupakan warga negara Indonesia (WNI). Adapun jumlah warga negara asing (WNA) hanya sebanyak 34 orang.

Realisasi investasi yang dicapai oleh Kota Semarang sepanjang tahun ini lebih tinggi dari target yang telah ditetapkan sepanjang 2018, yakni Rp17,5 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
semarang, perizinan

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top