Industri Pasar Modal di Jateng Menggeliat, Transaksi Harian Rp300,64 Miliar

Industri pasar modal di Jawa Tengah kian menggeliat. Hal ini ditandai dengan jumlah transaksi harian yang meningkat ke Rp300,64 miliar pada pekan lalu.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 09 Juli 2019  |  17:26 WIB
Industri Pasar Modal di Jateng Menggeliat, Transaksi Harian Rp300,64 Miliar
IHSG

Bisnis.com, SEMARANG—Industri pasar modal di Jawa Tengah kian menggeliat. Hal ini ditandai dengan jumlah transaksi harian yang meningkat ke Rp300,64 miliar pada pekan lalu.

Kepala Kantor PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Semarang Fanny Rifqi menyampaikan, kegiatan investasi pasar modal di Jawa Tengah cenderung bertumbuh. Hal ini ditunjukan dengan kenaikan jumlah investor baru dan kenaikan transaksi.

Per Mei 2019, jumlah pemegang akun investasi atau Single Investor Identification (SID) mencapai 93.091 akun. Angka itu naik 11.683 akun dari posisi per Desember 2018 sebanyak 81.408 akun.

“Dari 32 kabupaten/kota, jumlah pemegang SID terbanyak di Semarang 21.162 akun, selanjutnya Surakarta 8.692 akun, dan Sukoharjo 6.324 akun,” ujarnya saat ditemui Bisnis di kantornya, Senin (8/7/2019).

Dari sisi nilai, pada perdagangan pekan lalu atau 2—5 Juli 2019, transaksi harian di Jateng mencapai Rp300,64 miliar dan Semarang berkontribusi Rp67,22 miliar. Nilai tersebut cenderung meningkat dari awal Januari 2019 sebesar Rp270,04 miliar, dimana Semarang menyumbang Rp39,20 miliar.

Transaksi harian tersebut menempatkan Jateng ke posisi keempat terbesar di Indonesia, setelah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Namun demikian, besaran nilai transaksi itu cenderung berubah setiap hari.

Menurut Fanny, perkembangan jumlah investor dan transaksi di pasar modal didorong oleh sejumlah kegiatan edukasi, seminar, dan workshop. Bahkan, Kantor BEI Semarang rutin melakukan kegiatan Sekolah Pasar Modal setiap pekan ada dua pertemuan.

“Ada pertemuan edukasi dua kali dalam sepekan, sekitar 30 orang yang datang. Selain di Semarang, kita juga melakukan kegiatan serupa di Solo dan Yogyakarta,” imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bei, pasar modal

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top