Jateng Bidik Investasi US$20 Juta dari Queensland

Jawa Tengah menargetkan investasi dari kota bersaudara Queensland, Australia, mencapai US$15 jutaUS$20 Juta atau sekitar Rp210 miliar280 miliar (kurs Rp14.000). Sebagai langkah awal, Quensland siap membeli produk mebel asal Jateng.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 11 Juli 2019  |  20:09 WIB
Jateng Bidik Investasi US$20 Juta dari Queensland
Simpang Lima Semarang, Jawa Tengah - Bisnis.com

Bisnis.com, SEMARANG—Jawa Tengah menargetkan investasi dari kota bersaudara Queensland, Australia, mencapai US$15 juta—US$20 Juta atau sekitar Rp210 miliar—280 miliar (kurs Rp14.000). Sebagai langkah awal, Quensland siap membeli produk mebel asal Jateng.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menandatangani nota kesepahaman (MoU) perpanjangan kerja sama dengan Ministry of Education Queensland Grace Vice Premiere pada Selasa (9/7/2019).

Penandatanganan tersebut semakin mempererat kerja sama sister province atau kota bersaudara antara Jawa Tengah dengan Negara Bagian Queensland Australia, yang sudah terjalin 28 tahun.

“Kunjungan kerja yang dilakukan di Australia sekaligus memperpanjang jalinan MoU lima tahunan yg berakhir 2018 lalu,” papar Yasin dalam siaran pers, Rabu (10/7/2019).

Selama ini, investasi dari Australia ke Jateng masih menduduki peringkat 23, dengan nilai sebesar US$3,15 juta (Rp44,1 miliar), atau hanya 0,04% persen dari total investasi ke Jateng sebesar US$7,4 miliar (Rp103,6 triliun). Investasi itu didominasi oleh Jepang dan Korea Selatan.

Dengan adanya pembaruan MoU kerja sama, diharapkan investasi Queensland ke Jateng bisa naik hingga US$15 juta—US$20 juta. Sebagai realisasi awal, langsung kedua belah pihak menyepakati kerja sama pembelian produk mebel dari Jateng sebesar US$150.000 (Rp2,1 miliar) per bulan dalam durasi selama 1 tahun.

“Diharapkan investasi Queensland, Australia, ke Jateng ditargetkan bisa naik mencapai US$15 juta—US$20 juta,” imbuhnya.

Yasin berharap pembaharuan MoU ini bukan hanya mengeratkan hubungan antar pemerintah, tetapi dapat segera ditindaklanjuti secara bussines to bussines (B2B). Oleh karena itu, Pemprov Jateng turut mengajak Kadin Jateng dan perusahaan furnitur PT Pinako Rotari Permai.

Menurutnya pada 2019, kerja sama dipertajam secara teknis dalam bidang pengembangan ekonomi berbasis masyarakat, promosi kebudayaan dan pariwisata, pengembangan fasilitas layanan kesehatan, serta peningkatan kapasitas sumberdaya manusia (SDM).

Sektor lain yang terus didorong untuk ditindaklanjuti kerja sama adalah pengembangan usaha peternakan, pertanian, pariwisata, dan industri manufaktur.

Di bidang pendidikan, Pemprov Jateng telah mengirimkan 31 orang guru, dan 25 orang di antaranya diberi kesempatan untuk short course di University of Queensland (UQ). Ke depan, kerja sama semakin diperluas dengan pertukaran siswa SMA/SMK/MA.

Yasin turut mempromosikan mengenai beberapa event pariwisata di Jateng, seperti, Borobudur Art Festival dan Dieng Culture Festival.

Dia juga menunjuk Kepala Dinas Kesehatan Jateng , untuk menindaklanjuti rencana aksi kerja sama untuk lima tahun mendatang dengan Queensland University of Technology (QUT) – School Public Health & Social Work Faculty of Health.

Kerja sama yang dijalin meliputi digitalisasi sistem informasi kesehatan, penguatan kapasitas manajemen krisis, manajemen pengelolaan limbah medis, serta penanganan pelayanan kesehatan masyarakat.

“Manajemen informasi kesehatan secara integrasi dalam sistem informasi ini sangat penting bagi Pemprov Jateng. Sebab, jumlah rumah sakit yang menjadi milik pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/ kota cukup banyak,” ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jawa tengah, investasi asing

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top