Potensi Panas Bumi di Jateng Capai 550.000 MW

Potensi sebesar itu baru sekitar 55 MW yang sudah tergarap melalui Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) Unit 1 Dieng.
Imam Yuda Saputra
Imam Yuda Saputra - Bisnis.com 27 Agustus 2019  |  11:14 WIB
Potensi Panas Bumi di Jateng Capai 550.000 MW
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah (Jateng), Sujarwanto Dwi Atmoko.

Bisnis.com, SEMARANG – Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah (Jateng), Sujarwanto Dwi Atmoko, mengungkapkan potensi panas bumi di provinsinya mencapai 550.000 MW.

Meski demikian, dari potensi sebesar itu baru sekitar 55 MW yang sudah tergarap melalui Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) Unit 1 Dieng.

Kendati baru terproduksi 55 MW, Sujarwanto membantah jika pemanfaatan tenaga panas bumi di Jateng berjalan stagnan. Ia menilai progres proyek PLTP di Jateng tetap berjalan sesuai jadwal.

“Saat ini memang terus kita kembangkan. Proyeknya progresif. Di Dieng sudah ada, ini ditambah lagi yang skala 10 MW [Unit 2], terus di Baturaden, Telomoyo, dan yang juga akan berjalan dalam waktu dekat di Bandungan [Gunung Ungaran],” ujar Sujarwanto saat dijumpai wartawam di Hotel Noormans, Kota Semarang, Senin (26/8/2019).

Sujarwanto menambahkan untuk PLTP Gunung Ungaran dan Baturaden diproyeksikan mampu menghasilkan tenaga listrik 55 MW.

“Eksplorasi di Baturaden saat ini sudah berjalan. Kemarin yang sudah satu wellpad, sekarang ditambah jadi 3 wellpad. Kalau yang di Bandungan sedang dipersiapkan. Kemarin kan dikelola swasta, sekarang diambil alih pemerintah [PLN],” imbuh Sujarwanto.

Sujarwanto mengatakan potensi panas bumi di Jateng memang terbilang cukup besar. Hal itu berbanding lurus dengan banyak gunung berapi yang masih aktif di Jateng.
Total ada enam wilayah potensial panas bumi di Jateng yakni Gunung Ungaran, Gunung Lawu, Baturaden, Guci, Telomoyo, dan Dieng.

Meski demikian, pemanfaatan panas bumi menjadi energi baru terbarukan (EBT) itu kerap kali mendapat tantangan dari masyarakat. Masyarakat belum banyak yang mengetahui tentang manfaat panas bumi menjadi EBT.

“Nah, itu sebenarnya yang perlu diedukasi ke masyarakat. Pemanfaatan panas bumi itu tidak berbahaya, bahkan bisa dikatakan yang paling aman. Toh, tidak ada pembakaran di sana. Pembakarannya secara alami. Kita hanya perlu menjaga kondisi airnya,” ujar Sujarwanto.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
panas bumi

Sumber : JIBI/Solopos

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top