Ini 5 Misi Kepala BI DIY yang Baru

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki 5 tugas utama untuk menjalankan perannya sebagai bank sentral di daerah.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 17 Oktober 2019  |  19:59 WIB
Ini 5 Misi Kepala BI DIY yang Baru
Karyawan keluar dari gedung Bank Indonesia - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, YOGYAKARTA—Kepala Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki 5 tugas utama untuk menjalankan perannya sebagai bank sentral di daerah.

Hilman Tisnawan baru dilantik sebagai Kepala Perwakilan BI DIY pada 1 Agustus 2019 oleh Gubernur BI Perry Warjiyo. Dia pun masih mengingat betul 5 pesan Gubernur terhadapnya saat memimpin BI DIY.

Pertama, menjaga pengendalian inflasi barang, terutama kebutuhan pokok, melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Pengendalian itu dilakukan bukan hanya dengan menjaga sisi permintaan, tetapi yang lebih penting adalah sisi suplai.

“Makanya kami punya klaster cabai dan beras, dan berbagai upaya untuk stabilisasi harga yang terkait dengan ketahanan pangan. Dengan demikian inflasi dapat terjaga,” jelas Hilman kepada Bisnis.
 
Kedua, membantu pengembangan sistem pembayaran, baik tunai maupun non tunai. Dalam hal ini, BI berfungsi mengoneksikan sistem antar perbankan, dan juga perusahaan teknologi finansial (tekfin).

Sebagai contoh, masyarakat dapat membayar pajak melalui Tokopedia, dan uang tersebut tercatat dan disimpan di BPD DIY.

Ketiga, membantu Pemda mengembangkan perekonomian. BI berperan dalam membantu membuat kajian, penyusunan program, penasihat, dan terlibat dalam elektronifikasi keuangan Pemda. Sistem elektronik membuat APBD lebih efektif dari sisi pendapatan dan pengeluaran.

Keempat, membantu mendorong UMKM, terutama yang berhubungan dengan ketahanan pangan, dan industri yang berorientasi ekspor. Menurut Hilman, cenderung memiliki daya tahan tinggi terhadap situasi global, sehingga dapat terus berekspansi ketika kondisi ekonomi kurang baik.

Hal tersebut berimbas kepada kesejahteraan sekaligus kemandirian masyarakat. Oleh karena itu, BI menggenjot UMKM yang mampu membuat barang premium, misalnya produk kreasi batik.

Kelima, menerapkan kebijakan BI pusat agar bisa diimplementasikan ke daerah. Sebagai contoh, penurunan suku bunga acuan, seperti apa dampaknya terhadap kredit properti, atau bunga kredit sektor lainnya.

“Inilah fungsi-fungsi kita sebagai perwakilan bank sentral di derah. Khusus di Yogyakarta, kita juga ditugaskan untuk lebih memacu sektor UMKM,” imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank indonesia

Editor : Andhika Anggoro Wening
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top