Tol Yogyakarta-Solo Diminta Antisipasi Bila Tabrak Situs Cagar Budaya

Pemkab Sleman juga telah meminta agar pembangunan tol menghindari daerah yang terdapat situs purbakala.
Hafit Yudi Suprobo
Hafit Yudi Suprobo - Bisnis.com 29 Oktober 2019  |  09:25 WIB
Tol Yogyakarta-Solo Diminta Antisipasi Bila Tabrak Situs Cagar Budaya
Ilustrasi. - Antara/Mohammad Ayudha

Bisnis.com, SLEMAN - Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman Sumadi menyatakan telah mengajukan rekomendasi kepada pemerintah pusat agar pembangunan jalan tol Yogyakarta-Solo-Bawen tidak akan merusak situs cagar budaya yang ada di kabupaten Sleman.

"Itu menjadi komitmen bersama pemerintah pusat, semoga rute yang dilalui tol tidak ada cagar budaya. Jika ada, terpaksa harus dihindari dan cari alternatif lain," ujar Sumadi, Senin (28/10/2019).

Sumadi mengatakan, kebijakan mengubah/menggeser titik pembangunan akan dilakukan apabila ditemukan cagar budaya di jalur lokasi pembangunan tol. "Keberadaan situs memang menjadi salah satu fokus dalam pelaksanaan proyek tol," tuturnya.

Seperti Candi Sambisari, Candi Morangan, dan Candi Kedulan, candi ini diperkirakan terkubur bersamaan akibat letusan Gunung Merapi di dekatnya yang meletus sekitar seribu tahun yang lalu.

Adapun, Penemuan candi ini merupakan penemuan arkeologi yang paling menarik di Yogyakarta baru-baru ini, serta menimbulkan spekulasi mengenai kemungkinan adanya candi-candi lain yang masih terkubur oleh lahar dan debu vulkanik Gunung Merapi.

Kendati demikian, Pemkab Sleman juga telah meminta agar pembangunan tol menghindari daerah yang terdapat situs purbakala sejak tahap awal rencana program strategis nasional itu pertama kali digulirkan.

Pemkab Sleman, lanjut Sumadi, juga sudah meminta supaya melibatkan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPBC) DIY dalam perencanaan proyek tol.

Rekomendasi lain yang diusulkan adalah seminimal mungkin menggusur Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Hal tersebut diusulkan karena Sleman merupakan lumbung beras DIY, serta menghindari kawasan pemukiman padat penduduk.

Sebelumnya diberitakan, Pembangunan tol Jogja-Solo berpotensi untuk mengusik keberadaan situs bersejarah yang ada di wilayah kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman. Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY menyatakan ada lima situs yang bakal terkena dampak dari pembangunan tol Yogyakarta-Solo.

Kepala Unit Penyelamatan, Pengembangan dan Pemanfaatan BPCB DIY, Muhammad Taufik, mengatakan pembangunan tol Jogja-Solo berpotensi menghilangkan eksistensi lima situs bersejarah yang terdiri dari Situs pondok, Situs Senden, Situs Tegal Rejo, Situs Kedulan, Situs Balong.

"Candi kedulan sekarang dalam proses pemugaran sementara yang lain itu berupa struktur dan batu-batu lepas, tapi semua situs itu sudah dalam pengelolaan BPCB DIY," kata Taufik.

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) DIY Krido Suprayitno juga sebelumnya mengatakan saat ini Pemda DIY DIY dan Pemkab Sleman sedang melakukan percepatan penyusunan Perda RDTR Kawasan Sleman Timur dalam rangka pengendalian tata ruang untuk mengantisipasi perkembangan jalan tol khususnya trase Yogyakarta-Solo.

"Jalan tol akan bermanfaat bagi perkembangan KPY (Kawasan Perkotaan Yogyakarta), yang mana beberapa daerah terlewati seperti Kecamatan Depok, Mlati, dan sebagian Gamping," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tol solo-yogyakarta

Sumber : JIBI/Harian Jogja

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top