Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

20 Desa di Bantul Aktifkan Pos Siaga Darurat Bencana Banjir

Sebanyak 20 desa di Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengaktifkan Pos Siaga Darurat Bencana Banjir, yang diinisiasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 21 Oktober 2020  |  13:30 WIB
Petugas mengecek peralatan dalam sistem peringatan dini bencana tanah longsor di Desa Munthuk, Dlingo, Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada Rabu (16/1/2019). - AntaraHendra Nurdiyansyah
Petugas mengecek peralatan dalam sistem peringatan dini bencana tanah longsor di Desa Munthuk, Dlingo, Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada Rabu (16/1/2019). - AntaraHendra Nurdiyansyah

Bisnis.com, BANTUL - Sebanyak 20 desa di Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengaktifkan Pos Siaga Darurat Bencana Banjir, yang diinisiasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Aka Luk Luk Firmansyah, Manajer Pusat Pengendalian Operasional BPBD Bantul mengatakan selain banjir, pos itu juga disiagakan untuk menanggulangi bencana tanah longsor, dan angin kencang di desa-desa guna menekan dampak bencana selama musim hujan.

Menurut dia, ada 20 pos siaga darurat bencana yang diaktifkan di desa-desa yang rawan menghadapi bencana selama musim penghujan.

Desa-desa yang dia maksud adalah Srimartani, Srimulyo, Pleret, Wonolelo, Wukirsari, Selopamioro, Seloharjo, Sriharjo, Tirtonirmolo, Banguntapan, Bangunharjo, Bangunjiwo, Guwosari, Mangunan, Girirejo, Trimulyo, Sidomulyo, Sumbermulyo, Srigading, dan Parangtritis.

Aka Luk Luk Firmansyah mengatakan bahwa Pos Komando Siaga Darurat di Kantor BPBD Bantul juga diaktifkan untuk menghadapi kemungkinan kejadian bencana selama musim penghujan.

Ia menjelaskan, aktivasi posko mencakup penyiapan personel serta sarana-prasarana pendukung upaya pemantauan, penanggulangan, dan pelaporan kejadian bencana.

Selain mengaktifkan posko, ia mengatakan, BPBD memetakan kekuatan dan kapasitas penanggulangan bencana serta membangun sinergi dan komunikasi antar-pemangku kepentingan yang terkait dengan upaya pencegahan dan penanganan bencana.

Dia juga mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Bantul menetapkan status siaga darurat bencana banjir, tanah longsor, dan angin kencang setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan pemberitahuan mengenai potensi La Nina dan kemungkinan dampaknya di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Menurut BMKG puncak musim hujan di DIY pada Januari-Februari, namun hingga akhir tahun 2020 ini diminta untuk mewaspadai La Nina yang akan menambah curah hujan, berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi," katanya.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banjir bnpb bantul

Sumber : Antara

Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top