Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wisata Bandungan Bersiasat Agar Bisa Bertahan

Jika tidak ada kebijakan khusus terhadap pariwisata di Bandungan, maka pengusaha dan karyawan bisa dikatakan dalam kondisi sekarat.
Imam Yuda Saputra
Imam Yuda Saputra - Bisnis.com 25 Januari 2021  |  08:52 WIB
Pelaku wisata Bandungan yang tergabung dalam Asosiasi Karyawan Pariwisata (Akar) membagikan masker kepada pengunjung Pasar Ngunut, Bandungan, Kabupaten Semarang, Sabtu (23/1/2021). - JIBI/Imam Yuda Saputra
Pelaku wisata Bandungan yang tergabung dalam Asosiasi Karyawan Pariwisata (Akar) membagikan masker kepada pengunjung Pasar Ngunut, Bandungan, Kabupaten Semarang, Sabtu (23/1/2021). - JIBI/Imam Yuda Saputra

Bisnis.com, UNGARAN — Penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah berdampak serius pada sektor wisata di Bandungan. Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bandungan turun drastis sejak aturan itu diterapkan, 11 Januari 2021.

Ketua Asosiasi Karyawan Pariwisata (Akar) Kabupaten Semarang, Pujiono, mengatakan dampak kunjungan terasa karena pembatasan jam kunjungan. "Karaoke diizinkan buka mulai pukul 11.00 WIB sampai 19.00 WIB, tentu ini sangat berefek. Kemarin kami mengirim surat ke Bupati Semarang agar ada kebijakan khusus, jam buka dan jam tutup diundurkan," jelas Pujiono saat pembagian masker di Pasar Ngunut Bandungan, Sabtu (23/1/2021).

Pujiono mengungkapkan pariwisata di Bandungan saling berhubungan, mulai dari karaoke, wisata alam, wisata kuliner dan pasar sayuran. "Karenanya kita selalu sinergi termasuk dengan pemerintah kecamatan dan sukarelawan Bima untuk bersama menekan Covid-19. Ini hubungannya dengan ekonomi bersama," paparnya.

Menurut Pujiono, jika tidak ada kebijakan khusus terhadap pariwisata di Bandungan, maka pengusaha dan karyawan bisa dikatakan dalam kondisi sekarat.

"Sekarang kami hanya dalam posisi bertahan agar tidak ada karyawan yang PHK, karena PPKM adalah keputusan pusat kami patuh. Namun, kami berharap ada kebijakan khusus kalau PPKM diperpanjang,” ujarnya.

Sementara Camat Bandungan, Anang Sukoco, mengatakan wilayahnya termasuk paling gencar dalam melakukan operasi yustisi pada masa PPKM. Bahkan, selama pandemi pihaknya sudah menggelar operasi yustisi sekitar 66 kali guna menekan laju persebaran Covid-19. “Saat ini kita berada di zona oranye setelah sebelumnya di zona merah," jelasnya.

Anang menambahkan dalam upaya mengendalikan kasus Covid-19 di Bandungan, pihaknya kerap menggandeng pelaku wisata. Kendati, efek pandemi tersebut buruk bagi sektor pariwisata di Bandungan yang selama ini menjadi kawasan wisata andalan Kabupaten Semarang.

Menurut Anang, selama PPKM memang ada penurunan jumlah kunjungan ke Bandungan. “Tapi kita fokus untuk mengurangi Covid-19 dulu. Kalau itu terkendali tentu pengunjung akan merasa aman dan nyaman," jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata jateng jateng

Sumber : JIBI/Solopos

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top