Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penyelenggara Pernikahan di Semarang Optimistis Bisnis Segera Bangkit

Penyelenggaraan acara pernikahan dan perayaannya masih bisa dilaksanakan, namun dibutuhkan kesadaran dan protokol kesehatan yang harus ditaati oleh semua pihak termasuk pihak pengantin keluarga serta tamu yang datang.  
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 26 Juni 2020  |  15:57 WIB
Juru bicara GPPS Nanang Khusnaini (kiri) bersama penyelenggara pernikahan di Kota Semarang melakukan deklarasi di era new normal. (Foto: Alif Nazzala Rizqi)
Juru bicara GPPS Nanang Khusnaini (kiri) bersama penyelenggara pernikahan di Kota Semarang melakukan deklarasi di era new normal. (Foto: Alif Nazzala Rizqi)

Bisnis.com, SEMARANG - Gabungan Penyelenggara Pernikahan Semarang (GPPS) optimistis bisnis penyelenggaraan pernikahan akan kembali bangkit.  

Juru bicara GPPS Nanang Khusnaini mengatakan, bisnis penyelenggaran pernikahan memang sangat terpuruk saat pandemi Covid-19. Pasalnya, jumlah orang yang ingin melangsungkan pernikahan menurun drastis.

 "Untuk bisnis saat ini memang menurun drastis, banyak klien yang melakukan pembatalan maupun penundaan saat pandemi Covid-19," kata Nanang Jumat (26/6/2020). 

Menurutnya, masih ada solusi untuk tetap mewujudkan pernikahan. Pernikahan dan perayaannya masih bisa dilaksanakan, namun dibutuhkan kesadaran dan protokol kesehatan yang harus ditaati oleh semua pihak termasuk pihak pengantin keluarga serta tamu yang datang.  

"GPPS mencoba membuat standar khusus untuk melaksanakan pernikahan di era new normal ini, yaitu selalu mensterilisasi lokasi dan semua peralatan yang digunakan saat acara, menjaga setiap personil untuk selalu higienis dan sehat, selalu menerapkan physical distancing, mewajibkan penggunaan masker, dan menyediakan sarana mencuci tangan atau hand sanitizer," jelasnya. 

Sementara itu lanjutnya, GPPS juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Semarang yang memberikan kelonggaran kepada warganya untuk melangsungkan pernikahan. 

"Saya berterimakasih kepada jajaran Pemkot Semarang yang memperbolehkan melangsungkan pernikahan, meskipun dengan protokol kesehatan dan tamu undangan maksimal 30 orang," katanya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

covid-19
Editor : Farodilah Muqoddam
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top