Aset KPRI Bhakti Praja Jateng Capai Rp92 Miliar

Kinerja KPRI Bhakti Praja Provinsi Jawa Tengah semakin menunjukkan perkembangan positif, hal itu terlihat dari aset koperasi yang melebihi Rp92 miliar.
Alif Nazzala Rizqi | 04 Desember 2018 17:50 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com,  SEMARANG - Kinerja KPRI Bhakti Praja Provinsi Jawa Tengah semakin menunjukkan perkembangan positif, hal itu terlihat dari aset koperasi yang melebihi Rp92 miliar.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sri Puryono menyambut baik perkembangan positif KPRI Bhakti Praja tersebut. Perkembangan positif itu menurutnya menjadi bukti konkret bahwa KPRI Bhakti Praja terus menunjukan peningkatan yang signifikan. 

“Saya melihat KPRI Bhakti Praja semakin hari semakin menunjukkan peningkatan yang signifikan. Peningkatan yang nyata ditandai dengan aset kita kurang lebih Rp92 miliar lebih,” ujarnya Sri Puryono, Selasa (4/12/2018).

Sri Puryono berharap, transparansi dan integritas KPRI Bhakti Praja Provinsi Jawa Tengah terus dikedepankan. Selain itu, harus mempertahankan demokratisasi dalam mengelola koperasi. Apabila muncul kendala, hendaknya segera bermusyawarah.

“Saya rasa demokratisasi KPRI Bhakti Praja sudah terwujud. Apa-apa dirembuk, termasuk saat ini Bapak/Ibu diajak untuk menyusun anggaran belanja pada tahun 2019 dan ini merupakan wujud transparansi dari koperasi kita,” ujarnya.

Sri Puryono pun meminta pengurus dan direksi KPRI Bhakti Praja Jawa Tengah dapat sigap menangkap peluang pasar yang menjanjikan. Dia mencontohkan, pada era digital seperti saat ini memungkinkan dikembangkannya program kredit berbasis aplikasi.

“Pada era digital ini, nanti bisa dikembangkan hutang menggunakan aplikasi. Tidak usah selalu datang ke sini, kalau saat verifikasi baru datang. (Kredit) masuk ke rekening kalau sudah disetujui. Koperasi kita semakin banyak yang pinjam, semakin bergairah. Hutang boleh, tapi jangan ngemplang,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua KPRI Bhakti Praja Provinsi Jawa Tengah, Edy Joko Pramono mengemukakan, jumlah anggota KPRI Bhakti Praja hingga Oktober tahun ini tercatat setidaknya ada 4.740 anggota.

Sementara itu, pencairan jumlah pinjaman anggota hingga akhir September 2018, telah mencapai lebih dari Rp34,229 miliar.

“Jadi ada kenaikan 36,04% jika dibandingkan pada tahun 2017. Dari keberhasilan yang ada, tentu pengurus memahami masih ada sedikit kendala yang perlu diselesaikan. Di antaranya tingkat partisipasi aktif anggota dalam memanfaatkan pelayanan koperasi masih rendah. Dari 4.740 anggota yang memanfaatkan baru 40%,” ucapnya.

Edy menjelaskan, untuk meningkatkan partisipasi aktif anggota koperasi, KPRI Bhakti Praja Provinsi Jawa Tengah memberikan hadiah langsung kepada anggota yang mengajukan pinjaman pada kurun waktu Oktober-November 2018.

“Misalnya pinjam Rp50 juta dikasih TV. Selain itu, kami mengintensifkan usaha yang sudah ada,” jelasnya.

Tag : jateng, koperasi
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top