Gerakan Belanja Bijak, Ini Pendapat MUI

Peran pemuka agama dinilai penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk bijak dalam berbelanja.
Bayu Jatmiko Adi
Bayu Jatmiko Adi - Bisnis.com 15 Mei 2019  |  09:09 WIB
Gerakan Belanja Bijak, Ini Pendapat MUI
Foto aerial ribuan umat muslim mengikuti salat Idul Fitri 1438 H di Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (25/6). - Antara/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, SOLO – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo mengajak berbagai kalangan termasuk pemuka agama untuk mendukung pengendalian inflasi daerah.

Peran pemuka agama dinilai penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk bijak dalam berbelanja.

Pada Selasa (14/5/2019), BI menggelar diskusi terkait hal tersebut. Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi, Kantor Perwakilan BI Solo, Taufik Amrozy, mengatakan kegiatan itu dilakukan sebagai upaya untuk menjaga komunikasi dengan berbagai kalangan.

"Kami menyadari bahwa program 4K dalam pengendalian inflasi, salah satunya adalah komunikasi yang efektif. Berbagai saluran kami gunakan termasuk hari ini dari MUI [Majelis Ulama Indonesia], tokoh agama, forum komunikasi pondok pesantren, dewan masjid, dan yang unik di tahun ini kami juga mengajak ibu-ibu PKK. Selain itu ada daru unsur pemerintah di Soloraya," kata dia kepada wartawan di kantornya, Selasa.

Menurut Taufik, sebagai upaya untuk melakukan pendekatan dan pemahaman kepada masyarakat, peran pemuka agama sangatlah penting. Sebab pemuka agama juga memiliki banyak kesempatan untuk bertemu dengan masyarakat.

"Mudah-mudahan dengan komunikasi ini dan dialog tadi, bisa menyampaikan lagi ke masyarakat tentang imbauan bijak belanja dan perilaku tidak berlebihan," lanjut dia.
Perilaku belanja bijak serta tidak panik dalam berbelanja dinilai bisa mendukung terkendalinya inflasi.

Sementara mengenai target inflasi Solo dengan adanya momentum Ramadan dan Lebaran ini, dia memprediksi kurang lebih sama dengan tahun lalu.

"Kalau lebih rendah belum bisa bilang lebih rendah. Ada tahun pemilu, ada beberapa harga barang naik. Angkutan udara juga salah satu pendukung," kata dia.

Berdasarkan data BPS Solo, pada Juni 2017, Solo mengalami inflasi 0,87% dan pada Juni 2018 mengalami inflasi 0,85%.

Ditemui di tempat yang sama, Ketua MUI Solo, Subari, mengatakan salah satu pemicu inflasi kemungkinan karena banyaknya masyarakat yang berbelanja. Termasuk masyarakat umat Islam, mengingat Ramadan dan Lebaran ini merupakan hari besar bagi masyarakat Islam.

"Kami dari MUI mengimbau, di dalam ajaran Islam sudah ada ajaran memanfaatkan harta, bagaimana belanja dan sebagaimana, intinya jangan berlebihan. Kebetulan di bulan Ramadan kegiatannya luar biasa, dari subuh sampai malam pasti ada ceramah. Nanti kami manfaatkan itu melalui penceramah atau medsos untuk mengimbau masyarakat agar belanja secukupnya," kata dia kepada wartawan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
idul fitri, Ramadan

Sumber : JIBI/Solopos

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top