Buah Kesemek Jadi Alternatif Buah Tangan dari Boyolali

Buah kesemek direndam pada air kapur sehingga rasa sepat pada buah hilang dan hanya tertinggal rasa manis.
Nadia Lutfiana Mawarni
Nadia Lutfiana Mawarni - Bisnis.com 09 Juni 2019  |  09:23 WIB
Buah Kesemek Jadi Alternatif Buah Tangan dari Boyolali
Umiyati menata buah kesemek dagangan di lapaknya di jalur SSB Desa/ Kecamatan Selo, Boyolali, Sabtu (8/6/2019). - JIBI/Nadia Lutfiana Mawarni

Bisnis.com, BOYOLALI – Wisatawan ke Kawasan Selo Boyolali selain bisa menikmati pemandangan alam juga bisa membawa oleh khas wilayah setempat, yakni buah kesemek.

Buah kesemek banyak dibudidayakan warga Selo di pekarangan rumah mereka. Pohonnya yang rata-rata setinggi 10 meter itu bisa dijumpai di tepi jalan. Bulan Juni dan Juli biasanya menjadi masa di mana warga memanen buah ini. Alhasil di sepanjang jalan, terutama di Desa/ Kecamatan Selo belasan warga membuka lapak kaki lima untuk berjualan buah kesemek.

“Pembelinya jadi masyarakat yang lebih luas, terutama pemudik,” ujar Umiyati ketika berbincang dengan JIBI di Selo, Sabtu (8/6/2019). Hasil penjualan buahnya tahun ini pun melonjak tajam.

Umiyati mengatakan dalam sehari dirinya bisa menghabiskan empat keranjang buah kesemek. Tiap keranjang berisi sekitar 40 kg buah. “Jadi bisa jual satu kuintal lebih,” imbuhnya.

Kondisi ini jauh berbeda dibandingkan masa panen yang jatuh di bulan puasa. Kunjungan wisatawan yang relatif lebih sepi di musim panen tahun lalu, membuatnya kepayahan untuk sekadar menjual satu keranjang buah. Untuk 1 kg kesemek, Umiyati mematok harga Rp10.000. Isinya 7-8 buah.

Meski kesemek mulanya berasa sepat, pembeli tidak perlu khawatir. Umiyati dan belasan pedagang lain sudah merendamnya terlebih dahulu di air kapur selama sehari bahkan lebih. Cara ini membuat rasa sepat pada buah hilang dan hanya tertinggal rasa manis. Pedagang bahkan mempersilakan pembeli mencoba terlebih dahulu sebelum membayar buah tangan mereka.

Hal senada juga diungkapkan pedagang lain, Nur. “Selain mencoba, pembeli boleh memilih sendiri buahnya dari keranjang,” kata dia. Nur dapat meraup penghasilan empat kali lipat lebih banyak di musim panen kesemek tahun ini.

Kecamatan Selo, Boyolali memiliki sejumlah destinasi wisata alam antara lain bercocok tanam di Tretes Taman Tani, hingga menikmati pemandangan dari ketinggian lewat Gancik Hill Top.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
boyolali

Sumber : JIBI/Solopos

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top